Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah Bangun Koperasi Syariah Pantura

15 Maret 2019, 09: 11: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

PELATIHAN: Para peserta dan panelis pelatihan koperasi syariah BTM yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Induk BTM digelar selama empat hari 13-16 Maret 2019 di Rembang.

PELATIHAN: Para peserta dan panelis pelatihan koperasi syariah BTM yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Induk BTM digelar selama empat hari 13-16 Maret 2019 di Rembang. (dok pribadi)

Share this      

REMBANG  -  Untuk mewujudkan pilar ketiga (ekonomi) Muhammadiyah, Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) membangun jaringan koperasi syariah di Pantura (Pati, Rembang, Kudus, Jepara, Demak dan Blora). Dengan adanya koperasi syariah dalam bentuk BTM, diharapkan akan membantu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat untuk membuat pusat keuangan Muhammadiyah untuk gerakan dakwah.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan saat pembukaan pelatihan koperasi syariah BTM yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Induk BTM selama empat hari 13-16 Maret 2019, di Rembang.

Selain sebagai pusat keuangan Muhammadiyah, lanjut Agus, BTM memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, diantaranya dalam pengendalian inflasi, pencegahan terhadap pelarian modal dari daerah ke kota (capital out of flow) dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). 

"Dengan adanya BTM di tiap-tiap daerah, nantinya akan membantu pemerintah daerah dalam program-program pembangunan kesejahteraan masyarakat," tegasnya kemarin.

Menurutnya, jaringan BTM Pantura sangat strategis bagi pengembangan ekonomi Muhammadiyah, hal ini tidak lepas dengan besarnya potensi-potensi ekonomi di wilayah Pantura seperti pertanian, kebaharian, jasa dan perdagangan. Selain itu pula, dengan adanya BTM Pantura akan menghubungkan jaringan BTM di Jawa Timur secara road map yang selama ini sudah ada di Kabupaten Tuban. 

Sementara, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MEK - PWM) Jawa Tengan Haeruddin, mengapresiasi, langkah - langkah Induk BTM dalam membangun jaringan BTM Pantura. Hal ini sesuai dengan kebijakan PWM Jawa Tengah dalam mewujudkan kebijakan ekonomi satu BPRS di tingkat provinsi, satu BTM tiap daerah dan satu toko ritel di tingkat cabang (kecamatan).

"Untuk itu saya berharap kepada Induk BTM untuk tidak lelah dalam mengedukasi dan mensosialisasikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) di seluruh jaringan di provinsi Jawa Tengah," tandasnya.

Sedangkan Muarikh Abbas, Kabid Peningkatan Kualitas Lembaga Diklat Perkoperasian Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, menambahkan, agar BTM yang merupakan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) meningkatkan kualitas.

Dia menyakini, itu bisa dilakukan oleh BTM karena BTM dikelola oleh sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia dan kaya dengan para intelektual. 

"Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM akan selalu mendukung BTM dalam membangun jaringan koperasi syariah di seluruh Indonesia," terangnya. 

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia