Senin, 17 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

BKKBN Semangati Warga Pinggiran Gunakan KB 

14 Maret 2019, 14: 48: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KB AKTIF: Kepala BKKBN Jawa Tengah Wagino menyerahkan doorprize kepada keluarga  aktif program sosialisasi dan advokasi KIE program KKBPK di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan. 

KB AKTIF: Kepala BKKBN Jawa Tengah Wagino menyerahkan doorprize kepada keluarga  aktif program sosialisasi dan advokasi KIE program KKBPK di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan.  (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN –  BKKBN Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada keluarga aktif penggunaan alat KB untuk membentuk keluarga sejahtera. Hal itu, diungkapkan oleh Ketua BKKBN Jawa Tengah Wagino saat program sosialisasi dan advokasi KIE program KKBPK di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan pada Jumat (8/3) lalu. 

”Keluarga di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan sudah banyak menggunakan alat KB bagi perempuan. Saya berikan apresiasi. Tetapi perlu ditingkatkan lagi,” kata Kepala BKKBPN Jawa Tengah Wagino disela–sela menyerahkan hadiah doorprize kepada ibu rumah tangga yang aktif gunakan alat IUD, suntik, dan WOP.

Menurutnya program KB harus ditingkatkan di masyarakat. Yaitu dengan pemberian pemahaman penggunaan alat KB bisa dilakukan dengan perencanaan yang matang. Sehingga bisa mendukung program pemerintah dan kesejahteraan warga.

”Ayo kita sukseskan program KB. Salah satunya dengan perencanaan yang matang untuk pembentukan keluarga,” terang dia. 

Acara sosialisasi tersebut dihadiri Kades Wolo Ahmad Supriyono, Alfiandri AK dari BPKP Jawa Tengah dan Bambang Tedjo SH dari TP4D Jawa Tengah. Kemudian, perwakilan dari anggota Komisi X DPR RI Pariman dan  Ketua BP3KAB Indartiningsih serta Camat Penawangan Kasan Anwar.

Camat Penawangan Kasan Anwar mengatakan, laporan dari program KB basis tingkat kecamatan tahun 2019 dari 20 Desa terdiri 88 RW, 460 RT dan 21.309 KK. Jumlah penduduk ada 64.403 jiwa, laki-laki 32 .140 jiwa dan 32.261. perempuan. Dari jumlah penduduk itu, pasangan subur ada 16 ribu.

”Jumlah pasangan subur yang mengikuti program KB IUD ada 589 aksepto, MOW ada 760 aksptor, MOP ada 170 akseptor, kondom 253 akseptor, 2.073 implan, dan 7.000 gunakan KB suntik. Sedangkan penggunaan Pil KB ada 999 akseptor,” ujarnya.

Menurutnya dari total 12.258 pasangan subur. Masih ada tiga ribu pasangan yang belum gunakan program KB. Maka untuk itu,perlu kerja sama semua pihak untuk mensukseskan program KB.

”Masih banyaknya pasangan subur belum KB ini harus diberikan sosialisasi dan pembinaan secara intens agar porgam KB bisa berhasil di Kecamatan Penawangan,” tandasnya.

Kepala BP3AKB Indartiningsih mengatakan,  untuk menyukseskan progam KB maka diperlukan adanya pembuatan kampung KB setiap desa. Untuk pencananganan BKKBN sudah disipakan anggaran. Bisa juga lakukan secara mandiri. Selain itu, bisa menggunakan dana desa untuk pembuatanya. Diharapkan kampung KB dipinggiran bisa meningkatkan partisipasi masyarakat.

”Ada tiga program untuk perencanaan di masyarakat. Bina Keluarga Balita (BKB), Bina keluarga remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lanjut Usia (BKL). Kami juga ajak dari generasi remaja untuk menyukseskan Genre Ceria,” tandasnya.

(ks/mun/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia