Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Melanggar Jam Operasional, Empat Minimarket Disegel

14 Maret 2019, 13: 53: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

TERPAKSA DISEGEL SATPOL PP: Indomaret di  jalan Sunan Muria Kudus disegel oleh Satpol PP karena melanggar jam buka sesuai perda yang sudah ditentukan.

TERPAKSA DISEGEL SATPOL PP: Indomaret di  jalan Sunan Muria Kudus disegel oleh Satpol PP karena melanggar jam buka sesuai perda yang sudah ditentukan. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA  Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus terpaksa menyegel empat minimarket yang beroperasi di Kudus. Tindakan ini diambil karena mereka melanggar jam operasional. Keempat minimarket ini buka lebih pagi dari jam operasional yang diatur dalam Perda Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penataan dan Pembinaan Toko Swalayan.

Dalam Perda tersebut dijelaskan, jam operasional minimarket pada Senin-Jumat pukul 10.00-22.00. Sedangkan pada akhir pekan dan libur nasional, jam operasional lebih lama yakni mulai pukul 10.00- 24.00. Jam khusus diberlakukan bagi mereka yang berada di tempat wisata, rumah sakit dan SPBU. Minimarket yang berada di tempat khusus tersebut bisa buka 24 jam.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Sholehah melalui Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan (Binwasluh) Penegakan Perda Sarjono merincikan empat minimarket yang menjadi target operasinya kemarin. Minimarket tersebut meliputi Indomaret di Jalan Sunan Muria, Alfamart di Jalan Bhakti, Indomaret di Jalan Jendral Sudirman turut Desa Tumpang Krasak, dan Alfamart di Jalan Universitas Muria Kudus turut Desa Dersalam.

Usai penertiban kemarin, empat minimarket tersebut terlihat tutup. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kudus di minimarket yang berada di Jalan Muria, beberapa pelanggan terpaksa kecele dan berbalik arah. Empat karyawannya juga tak bisa berbuat banyak. Mereka terlihat hanya bisa duduk ngemper di depan toko.

”Mereka dianggap menyalahi aturan, sebab dari pengamatan yang kami lakukan minimarket ini rata-rata pukul 07.00 sudah melayani pembelian,” terang Sarjono.

Dalam penuturannya, kemarin ada yang hanya membuka sebagian pintu toko. Ada juga dengan terang-terangan membuka lebar pintu toko dan melayani transaksi. Tindakan Satpol PP ini bukan tanpa dasar yang kuat. Saat penertiban dilakukan, pihaknya juga mempunyai struk transaksi dengan waktu yang tidak sesuai dengan jam operasional sesuai yang ditentukan.

”Kami ada bukti struk yang kami dapat dari beberapa pelanggan. Waktunya jelas melanggar,” jelasnya.

Penyegelan ini menjadi hukuman non yudisial. Pihaknya segera akan memanggil yang bersangkutan untuk meminta keterangan. Jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam surat-surat izin, pihaknyaa tak segan akan memprosesnya menggunakan hukuman yudisial.

Sementara itu, terpisah Plt Kabid Penegakan Perda Fariq Musthofa mengatakan, pihaknya akan melakukan penyisiran minimarket di tempat lainnya. Pihaknya juga tak segan akan melakukan penindakan kepada mereka yang melanggar aturan.

”Kami harap pemilik maupun pengelola minimarket bisa mematuhi aturan yang ada. Agar toko kelontong yang dimiliki masyarakat dan minimarket bisa berjalan berdampingan,” pungkasnya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia