Senin, 22 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Disdukcapil Tak Wajibkan KIA untuk Syarat Masuk Sekolah

14 Maret 2019, 13: 45: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

TUNJUKKAN KAI: Petugas Dukcapil menunjukkan kartu identitas anak yang saat ini permintaannya membeludak.

TUNJUKKAN KAI: Petugas Dukcapil menunjukkan kartu identitas anak yang saat ini permintaannya membeludak. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Plt Kepala Dinas Pencatatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus Putut Winarno memastikan, sampai saat ini belum ada aturan yang mewajibkan melampirkan kartu identitas anak (KIA) sebagai syarat administrasi masuk sekolah. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera mengajukan surat kepada Dinas Pendididkan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus untuk mengeluarkan edaran terkait hal ini.

”Khusus untuk KIA sendiri, saya sudah koordinasi dengan Disdikpora. Dan hingga sekarang Kemendikbud juga tidak aturan bahwa KIA menjadi syarat wajib untuk masuk sekolah,” jelasnya.

Dengan surat edaran yang ditujukan Disdikpora, Putut berharap pihak dinas dapat menginformasikan ke setiap sekolah yang ada di Kabupaten Kudus. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan informasi yang terlanjur menyebar lewat pesan broadcast dan di media sosial.

”Kami pastikan pesan yang isinya menginformasikan KIA menjadi salah satu syarat administrasi masuk sekolah itu bukan dari kami. Sumbernya itu tidak jelas, jadi kami harap masyarakat tidak mempercayainya,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, pemintaan cetak KIA di Kabupaten Kudus terus mengalami peningkatan. Kenaikan grafik ini terus terjadi mulai akhir Januari lalu hingga sekarang. Sebelumnya jumlah pemohon tiap harinya tidak mencapai angka 200. Namun kini sehari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus bisa melayani permohonan hingga 500 pemohon.

Atas meningkatnya permintaan pencetakan KIA ini, Disdukcapil yang tadinya bisa melayani cetak sehari jadi, kini terpaksa harus memberi tenggang waktu. Tenggang waktu yang diberikan hingga seminggu. ”Blangko sebanyak 29 ribu yang diberikan pusat untuk stimulan kini sudah menipis,” katanya.

KIA sendiri diperuntukkan bagi anak yang dalam rentang usia 0 tahun hingga 17 tahun. Kepemilikan KIA ini sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Di dalam KIA, tercantum nama anak, nomor akta, NIK, dan foto. Formatnya tidak jauh beda sama e-KTP. Bedanya hanya ada nama kepala keluarga. Terkait masa berlakukanya, KIA dibagi dua golongan usia. Yakni 0-5 tahun dan 5-17 tahun.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia