Kamis, 21 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Think, Pair, dan Share Tingkatkan Motivasi Belajar Matematika

14 Maret 2019, 09: 30: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

Susheni Triwahyuni, S.Pd, M.Pd.; Guru Matematika SMK N 1 Purwodadi

Susheni Triwahyuni, S.Pd, M.Pd.; Guru Matematika SMK N 1 Purwodadi (dok pribadi)

PADA umumnya pelajaran matematika dianggap pelajaran yang paling sulit karena belajar matematika itu merupakan kegiatan mental yang tinggi. Belajar matematika merupakan suatu aktivitas mental untuk memahami arti dari hubungan-hubungan dan simbol-simbol yang terkandung dalam matematika secara sistematik, cermat, dan tepat. Kemudian menerapkan konsep-konsep yang dihasilkan untuk memecahkan masalah dalam berbagai hal/keadaan/situasi nyata. Masalah yang sering dihadapi adalah kurangnya motivasi siswa untuk belajar matematika.

SMK Negeri 1 Purwodadi termasuk salah satu SMK potensial. Secara geografis berlokasi di tengah Kota Purwodadi. Sekolah tersebut telah melaksanakan lima hari kerja sehingga proses pembelajaran berlangsung sampai sore hari. Pembelajaran dimulai pukul 07.00 sampai 15.15 WIB. Hal ini yang menjadi masalah pada diri siswa dan guru terutama di jam-jam terakhir. Siswa cenderung capek, bosen, dan mengantuk. Metode guru menerangkan materi, memberi contoh, memberi latihan soal dan diakhiri memberi PR, mengakibatkan kebosanan dari siswa. Proses pembelajaran yang monoton tersebut menyebabkan motivasi dan minat siswa mengikuti pelajaran menurun.

Motivasi segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Salah satu keadaan yang terkadang menjadi masalah bagi guru SMKN 1 Purwodadi dalam membangkitkan motivasi belajar siswa adalah penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penggunaan metode pembelajaran konvensional guru yang monoton atau metode ceramah membawa siswa semakin bosan dan mengantuk. Sehingga perhatian siswa pada pelajaran menurun apalagi pada pelajaran matematika yang lebih banyak membutuhkan konsentrasi yang lebih untuk berhitung dan berlogika.

Pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair, dan Share (TPS) salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk mengurangi kejenuhan belajar matematika di SMKN 1 Purwodadi. Pembelajaran kooperatif TPS membawa dampak adanya variasi suasana pola diskusi kelas. Sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar yang selanjutnya dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Model pembelajaran TPS merupakan pembelajaran kooperatif untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Model pembelajaran tipe TPS memiliki tiga tahapan berpikir, berpasangan dan berbagi.

Tahapan pertama Think (berpikir) setiap siswa secara mandiri merenungkan kemungkinan jawaban dari permasalahan yang diberikan guru.

Tahapan kedua Pair (berpasangan), siswa secara berpasangan dalam kelompoknya, untuk mendiskusikan jawabannya, saling bertukar pikiran dan argumentasi tentang permasalahan yang diberikan guru.

Tahapan ketiga Share (berbagi), siswa mempresentasikan hasil diskusi di dalam kelas tersebut.

Model pembelajaran TPS menekankan agar siswa dapat mengembangkan potensi secara aktif dengan membuat kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang akan menciptakan pola interaksi yang optimal, mengembangkan semangat kebersamaan, timbulnya motivasi serta menumbuhkan komunikasi yang efektif.

Melalui pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share siswa dapat aktif mengekspresikan dirinya dalam pembelajaran di kelas. Dalam upaya peningkatan motivasi belajar siswa dibantu dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dalam pengerjaannya dilakukan secara berkelompok.

Saat menyelesaikan suatu masalah, siswa sulit memahami materi matematika yang diberikan guru. Pembelajaran kooperatif TPS memberi siswa untuk lebih banyak berpikir, untuk merespon dan saling membantu. Melalui pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share sangat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMK N 1 Purwodadi. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia