Rabu, 26 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Bikin Macet, Pedagang Pasar Juwana Ditertibkan Satpol PP

13 Maret 2019, 15: 19: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

NYARIS BENTROK: Para pedagang sempat menolak untuk masuk ke dalam area Pasar Juwana saat ditertibkan aparat Satpol PP Kabupaten Pati pagi kemarin.

NYARIS BENTROK: Para pedagang sempat menolak untuk masuk ke dalam area Pasar Juwana saat ditertibkan aparat Satpol PP Kabupaten Pati pagi kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

JUWANA – Ketegangan sempat mewarnai penertiban pedagang pasar yang berjualan di depan Pasar Juwana pagi kemarin. Mereka bersikeras menolak untuk masuk ke dalam pasar. Bahkan adu mulut antara petugas dan pedagang sempat tak terhindarkan.

Penolakan itu lantaran para pedagang menuntut dinas terkait untuk memberikan akses jalan masuk ke dalam pasar bagi pedagang.  Seperti diketahui akses pintu masuk ke dalam pasar tersebut dibuat terpusat sehingga pedagang tidak leluasa untuk membawa barang dagangannya.

Seorang pedagang yang menolak, Rohman mengungkapkan bangunan lapak pedagang yang baru dibangun tidak ada akses jalan masuknya. ”Kami memang belum pindah. Tak ada jalan masuknya. Itu di pagar semua. Ini pedagang buah-buhan. Tak ada akses masuk. Jadi susah. Apalagi lapaknya hanya 2x2 meter saja,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Senada dengan Rohman, Agus salah satu pedagang juga melakukan protes. Ia pun meminta agar ada akses jalan bagi pedagang di sebelah sisi timur Pasar Juwana. Sehingga para pedagang tidak berjualan di pinggir jalan. ”Kami juga minta agar ada akses jalan masuk. Jangan di pagar seperti sekarang ini,” harapnya.

       Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, BJ Isrhoni mengungkapkan, pihaknya akan memberikan tenggat waktu sampai hari ini untuk pedagang agar tak berjualan di depan pasar.

”Mulai besok (hari ini, Red) para pedagang harus bisa masuk ke pasar. Selain itu juga, atap lapak pedagang untuk dikurangi. Sehingga tidak menghabiskan ruas jalan. Kini bertahap para pedagang mulai hari ini sudah masuk ke dalam Pasar Juwana,” imbuhnya.

Hal itu, kata pria yang akrab disapa Roni, bisa memakan ruas jalan dan menimbulkan kemacetan. ”Ya sambil menunggu akses jalannya. Terkait tuntutan pedagang itu, pihaknya akan melakukan evaluasi di Dinas Perdagangan dan Perindustrian,” ungkapnya

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia