Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Yayasan Sukma Kerja Sama dengan Pemkab Kudus Tingkatkan Kapasitas Guru

13 Maret 2019, 09: 21: 01 WIB | editor : Ali Mustofa

BERIKAN BUKU: Direktur Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Sukma Jakarta Prof. Khoiruddin Bashori (kiri) memberikan paket buku kepada Bupati Kudus M. Tamzil saat membuka pelatihan kapasitas guru di PBG (11/3) lalu.

BERIKAN BUKU: Direktur Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Sukma Jakarta Prof. Khoiruddin Bashori (kiri) memberikan paket buku kepada Bupati Kudus M. Tamzil saat membuka pelatihan kapasitas guru di PBG (11/3) lalu. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Yayasan Sukma bersama Pemkab Kudus menggelar pelatihan kapasitas guru. Kegiatan yang bertempat di gedung Pusat Pelatihan Guru (PBG) di Kelurahan Mlatinorowito, Kota, ini, diikuti sekitar 150 guru.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai Senin (11/3) hingga kemarin (12/3). Acara ini dibuka Bupati Kudus M Tamzil. Turut hadir, Assisten II Pemkab Kudus Ali Rifai, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo, dan Direktur Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Yayasan Sukma Jakarta Prof Khoiruddin Bashori.

Pelatihan ini, sebagai bentuk kerja sama dari Pemkab Kudus dengan Yayasan Sukma sebagai pusat pelatihan peningkatan kapasitas guru. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar swasta atau non-pegawai negeri sipil (PNS). Agar memiliki wawasan lebih untuk bekal mengajar anak didiknya. Di antaranya agar saat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan.

Khoiruddin Bashori mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bersama-sama belajar mengembangkan sekolah yang mandiri dan kreatif. Bukan hanya menjadi pengembangan karir sesuai pilihan guru masing-masing, tapi bisa bermanfaat bagi masyarakat.

”Yayasan Sukma Jakarta sudah mempunyai pengalaman pengembangan pendidikan pascabencana Tsunami di Aceh. Kami juga dipercaya oleh pemerintah untuk pengembangan sumberdaya manusia,” jelasnya.

Dia menambahkan, Yayasan Sukma ini milik Lestari Moerdijat. Perempuan yang akrab dipanggil Mbak Rerie itu, wakil ketua Media Group dan Presiden Direktur Media Indonesia. Dia mempunyai sekolah Sahabat Sukma di beberapa provinsi di Indonesia.

”Terima kasih atas kesempatan yang diberikan Pemkab Kudus. Kita belajar bersama-sama untuk pengembangan pendidikan di Indonesia,” tuturnya.

Bupati Kudus M Tamzil berharap, dengan adanya kegiatan ini akan memberi manfaat kepada para guru peserta pelatihan untuk peningkatan kapasitasnya. Pemerintahan juga berusaha menata profesionalisme para guru dengan mengadakan pelatihan.

”Saat ini guru-guru non-PNS sudah mendapatkan kesejahteraan dari pemkab, berupa tunjangan kesejahteraan. Saya berharap, dengan kegiatan ini (kegiatan pelatihan kapasitas guru bersama Yayasan Sukma dan Pemkab Kudus, Red) nantinya akan meningkatkan kapasitas profesionalisme pengajar dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ini merupakan tahapan awal pelatihan dengan menghadirkan peserta 150 orang guru. Diharapkan, ada gelombang lanjutan dengan pelatihan guru non-PNS. ”Targetnya, sekitar 12 ribu guru swasta di Kabupaten Kudus akan mengikuti pelatihan ini secara bertahap,” imbuhnya.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia