Senin, 17 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Bantu Kesejahteraan Warga, BKKBN Ajak Sukseskan Kampung KB

12 Maret 2019, 13: 59: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

SALAM KB: Kabid APPIN BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rustam Adi, perwakilan Komisi X DPR RI diwakili Rasiman MM, bersama anggota DPRD Grobogan Heru Santoso membuka acara sosialisasi dan advokasi KIE program KKBPK di Desa Nglobar, Purwodadi, kemarin.

SALAM KB: Kabid APPIN BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rustam Adi, perwakilan Komisi X DPR RI diwakili Rasiman MM, bersama anggota DPRD Grobogan Heru Santoso membuka acara sosialisasi dan advokasi KIE program KKBPK di Desa Nglobar, Purwodadi, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

PURWODADI –  Sosialisasi pembangunan keluarga generasi berencana (Genre Ceria) mengenai program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) digelar Desa Nglobar, Purwodadi, kemarin.  

Acara dimeriahkan dengan tarian SD N 1 Nambuhan. Acara tersebut juga Sekdes Desa Nglobar Mashari, Alfiandri AK dari BPKP Jawa Tengah dan Bambang Tedjo SH dari TP4D Jawa Tengah. Kemudian Kabid APPIN BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rustam Adi, perwakilan Komisi X DPR RI diwakili Rasiman MM dan  anggota DPRD Grobogan Heru Santoso, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Indartiningsih.

Sekdes Nglobar Mashari menyambut baik atas diresmikannya kampung KB di Desa Nglobar. Menurutnya program tersebut bisa menjadi menjadikan warganya mengetahui perencanaan keluarga berencana dan penggunaan alat kontrasepsi KB.  

”Program kampung KB ini kami sambut baik karena bisa membantu mensejahterakan keluarga. Dan tentunya warga masyarakat mendapatkan dukungan dari pemerintah,” ujarnya.

Kepala dinas BP3KAB Indartiningsih mengatakan, program KB merupakan salah satu program pemerintah untuk mensukses keluarga sejahtera. Yakni dengan adanya perencanaan keluarga dan penggunaan alat KB yang tepat bagi pasangan.

”Dalam kampung KB ada program bina keluarga lansia. Ada bina keluarga remaja. Saya minta Desa Nglobar bisa dibentuk. Libatkan keluarga yang masih remaja. Sehingga program KB bisa sukses dan bisa menekan angka pertumbuhan penduduk,” terang dia.

Kemudian Kabid APPIN BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rustam Adi mengatakan, kegiatan kampung KB setiap kabupaten ada. Untuk pencananganan BKKBN sudah anggaran. Bisa lakukan secara mandiri. Ada anggaran KB .

”Diharapkan dengan kampung KB dipinggiran bisa meningkatkan partisipasi masyarakat. Melalui tiga program. Bina Keluarga Balita (BKB), Bina keluarga remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lanjut Usia (BKL),” ujarnya.

Selain itu, adanya kampung KB ini sepenuhnya tidak kerja dari BKKBN. Namun, semua lintas sektoral. Yaitu dari Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan yang lainya.  Kerja sama ini bisa menjadikan daerah pinggiran bisa terintregitas sama dengan daerah kota. Hasilnya bisa meningkatkan pertanian dan keluarga bisa sejahtera karena perekonomian meningkat.

”Kami juga ajak dari generasi remaja untuk menyukseskan Genre Asyik,” tandasnya.

(ks/mun/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia