Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Masyarakat Sepakat Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

11 Maret 2019, 06: 59: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

DISKUSI: Puluhan warga Jepara yang terdiri dari berbagai yayasan dan kelompok mendukung pengajuan kembali Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

DISKUSI: Puluhan warga Jepara yang terdiri dari berbagai yayasan dan kelompok mendukung pengajuan kembali Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Dukungan gagasan pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional mengalir dari berbagai unsur. Selain Yayasan Dharma Bakti Lestari yang tahun ini memulai gagasan itu, Yayasan Sultan Hadlirin, Yayasan Lebayung, Lesbumi, dan berbagai kalangan masyarakat Kota Ukir sepakat dengan pengajuan tersebut.

Hal ini terungkap pada focus group discussion (FGD) yang diikuti berbagai unsur masyarakat dan kelompok di RM Maribu kemarin. Pengajuan yang pernah dilancarkan pada 2005 dan 2016 lalu gagal. Tahun ini Yayasan Dharma Bakti Lestari yang di-pandegani Lestari Moerdijat kembali mengusulkan.

Dari pengajuan sebelumnya, pusat dalam hal ini Kementerian Sosial RI menolak, karena ada satu hal yang dianggap tidak memenuhi syarat. Yakni topo wudo sinjang retno yang dilakukan Ratu Kalinyamatan. Penafsiran istilah tersebut dimaknai secara harfiah, seakan-akan Ratu Kalinyamat bertapa tanpa memakai selembar kain pun.

”Padahal makna dari kiasan itu, meninggalkan semua kemewahan kerajaan dan kekuasannya sebagai ratu. Ingin menyepi introspeksi diri mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Nur Hidayat, perwakilan Yayasan Dharma Bakti Lestari.

Di sisi lain, secara substansi sosok Ratu Kalinyamat harus diperjuangkan sebagai pahlawan. Pemahaman dan visinya mengenai poros maritim membuat industri perkapalan di Jepara -baik kapal perang maupun kapal dagang- tumbuh dan berkembang dengan pesat. Di bawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat, Jepara kerap dimintai bantuan untuk mengusir kolonial Portugis yang mulai mencengkeram sejumlah wilayah di nusantara.

”Pada kesempatan ini, Yayasan Dharma Bakti Lestari mengajak Pemerintah Kabupaten Jepara dan segenap warga Jepara, serta semua pihak terkait untuk bersama-sama menggelorakan kembali usulan pemberian gelar pahlawan nasional. Terlebih untuk mengingatkan semua pihak, bahwa sudah pantas dan saatnya gelar pahlawan nasional diberikan kepada Ratu Kalinyamat,” imbuhnya.

Gelar itu bukan saja penghargaan kepada sang ratu, tetapi penghargaan bagi segenap perempuan Indonesia. Juga sebuah bukti, bahwa visi poros maritim yang dijalankan oleh Presiden Joko Widodo adalah sebuah keniscayaan.

Alamsyah, peneliti dari Universitas Diponegoro, mengatakan, dibutuhkan literatur kajian sebelumnya untuk dihimpun. Kemudian ditelaah apa kekurangan pengajuan sebelumnya. Hingga ditolak oleh pemerintah pusat. ”Dengan berkumpulnya semua elemen masyarakat Jepara dan menyepakati pengajuan ini sangat bagus. Dokumentasi dan laporan ini bisa menjadi bahan untuk melengkapai berkas pengajuan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mendukung penuh upaya tersebut. Berkas-berkas yang sebelumnya diajukan bisa dikaji lagi. ”Kami sudah mengajukan. Tahun ini ada pihak yang mengajukan lagi. Kami mewakili masyarakat Jepara menyampaikan terima kasih. Pasti kami dukung,” katanya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia