Rabu, 18 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pena Muda
Farah Aurellia, Juara II Sakura Collection

Awalnya Ditentang Ortu, Buktikan dengan Prestasi

10 Maret 2019, 11: 37: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

Farah Aurellia Majid

Farah Aurellia Majid (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KESEMPATAN go international juga didapatkan tiga siswi jurusan tata busana SMK NU Banat Kudus. Yakni Farah Aurellia Majid, Fitria Noor Aisyah, dan Annida Aulia Rahmalila. Busana rancangan mereka ikut dalam lomba busana internasional Sakura Collection Student Award 2019 di Bali. Bahkan, Farah Aurellia Majid meraih runner up.

Perjuangan untuk menghasilkan karya yang tembus di ajang tersebut bukanlah mudah. Apalagi ketiga siswa tersebut saat ini kelas XII. Tentunya sedang fokus menghadapi sejumlah ujian. Baik ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Selain harus fokus di akademik, mereka juga merancang busana untuk lomba. Saat di sekolah maupun di rumah. Sebab, masing-masing peserta lomba itu mengirimkan tiga desain baju saat seleksi. Meski akhirnya yang terpilih dan maju ke Bali masing-masing hanya satu desain per siswi.

BUAH PERJUANGAN: Farah Aurellia Majid menunjukkan sertifikat juara II Sakura Collection Student Award 2019 disamping busana rancangannya.

BUAH PERJUANGAN: Farah Aurellia Majid menunjukkan sertifikat juara II Sakura Collection Student Award 2019 disamping busana rancangannya. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Dari SMK NU Banat sendiri, yang mengikuti seleksi untuk Sakura Collection Student 2019 ada 35 siswi. Masing-masing peserta harus membuat tiga desain. Kemudian yang lolos hanya diambil tiga siswi. Selanjutnya lomba di Bali digelar pada Sabtu (2/2) sampai Minggu (3/2) lalu.

Perjuangan lebih dirasakan Fitria dan Farah. Sebab, pada Desember 2018 lalu, mereka mengikuti launching brand Zelmira SMK NU Banat bertemakan Troso Nimbrung di Paris, Prancis. Pada even bertema La Mode Sur La Seine A Paris, Prancis, pada 27 November hingga 5 Desember 2018 lalu itu, mereka berkolaborasi dengan dua siswi SMK PGRI 1 Mejobo Kudus. Dari SMK NU Banat dengan busananya. Sedangkan SMK PGRI 1 Mejobo dari segi tata riasnya.

Dari segi desain busana untuk lomba di Bali tersebut, Farah Aurellia Majid di antaranya mengangkat desain baju bertema Shirasagi No Mai Sapporo. Tema ini merujuk pada gambar burung bangau yang ada di baju desainannya. Gambar bangau itu dia lukis sendiri. Melalui desain inilah dia meraih runner up.

Dia mengaku, mendapat ide desain itu dari referensi di internet tentang tarian bangau. Sehingga detail baju yang dibuat lebih menonjolkan burung bangau. ”Pewarnaannya menggunakan cat akrilik. Ini saya buat dalam waktu satu bulan dibantu teman-teman. Bahkan, saya bawa pulang dan tetangga ikut membantu,” katanya.

Dia sangat bersyukur desain bajunya itu meraih juara II. ”Alhamdulillah bisa juara II. Padahal pesertanya ada 243 siswi dengan 729 desain baju,” terang siswi kelahiran 31 Desember 2001 ini.

Sedangkan Fitria Noor Aisyah, di antara desainnya yang terpilih diberi nama Yoru Wa Fujisan. Yakni lebih menonjolkan cerita Gunung Fuji. Sementara Anninda mengusung desain busana bertema Nippon Kaigun. Desain buatannya itu mengacu pada baju militer Jepang. Namun telah dimodifikasi, sehingga tampil kekinian.

Saat ini, Farah sedang fokus menjalani ujian. Setelah lulus nantinya, dia berharap dapat beasiswa melanjutkan studi di jurusan fashion. Ke depan, dia ingin membuat lapangan kerja di bidang fashion. Selain menyalurkan passion-nya, juga ingin mengurangi pengangguran.

Sebenarnya ini bukan menjadi cita-citanya sedari kecil. Sebab, dulu dia ingin menjadi dokter spesialis ahli bedah. Namun hal itu berubah setelah siswi yang berdomisili di RT 2/RW 4, Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus, ini, terjun ke dunia fashion.

Ditanya awal mula menyukai dunia fashion, dia mengaku menyukai justru sejak baru masuk SMK NU Banat. Awalnya putri pasangan Uud Dharma Aji dan Susilowati ini, memilih masuk SMK karena hobi menggambar. Orang tuanya juga tidak setuju jika dia masuk ke SMK.

Namun, selang berjalannya waktu dan berhasil meraih sejumlah prestasi di bidang fashion, akhirnya orang tua Farah berbalik mendukung. Di antara prestasinya, juara III Sakura Collection Asian Student Award in Indonesia 2017/2018, juara II Sakura Collection Asian Student award in Indonesia 2018/2019, dan mengikuti launching brand Zelmira SMK NU Banat bertemakan Troso Nimbrung di Paris, Perancis. Pada even bertema La Mode Sur La Seine A Paris, Perancis. (yakub, lisoh, husen, arzaq)

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia