Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Minim Dana, Delapan Parpol Tak Setor Data Saksi ke Bawaslu

09 Maret 2019, 11: 39: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

Minim Dana, Delapan Parpol Tak Setor Data Saksi ke Bawaslu

KOTA – Delapan partai politik (parpol) di Pati belum menyerahkan data saksi ke Bawaslu. Setiap parpol menyetorkan data 4.369 orang yang akan ditempatkan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Namun hingga kemarin, mereka belum mengirimkan karena terkendala anggaran.

Ketua Bawaslu Pati Ahmadi mengaku, dari 16 parpol di Pati, yang belum mengirimkan pengawas TPS ada 8 parpol. Sehingga parpol itu belum memenuhi pengawas sesuai jumlah TPS yang ada di Pati sebanyak 4.369 orang. Satu TPS minimal ada satu pengawas dari masing-masing parpol.

Menurutnya, parpol yang belum mengirimkan data saksinya itu karena terkendala biaya. Parpol menginginkan anggaran untuk pengawas dari parpol disediakan Bawaslu. Namun dari Bawaslu tak mempunyai anggaran untuk itu sehingga anggaran dibebankan oleh parpol.

“Dari parpol mengusulkan uang transpor sekitar Rp 30 ribu kepada Bawaslu. Namun kami tak dapat memenuhi karena ada pertanggungjawabannya sehingga tak serta merta langsung diganti. Kini kami masih menunggu parpol untuk mengirimkan pengawas di TPS,” jelasnya kemarin.

Ahmadi mengatakan, parpol harus mengirimkan pengawas di setiap TPS untuk menghindari hal-hal tang diinginkan. Salah satunya konflik di lapangan. Karena adanya konflik di lapangan ini karena tidak ada pengawasnya dari parpol.

“Jika ada saksi dari parpol, maka bisa ikut mengawasi berjalannya pemungutan suara saat pemilu 17 April mendatang. Rencananya, setelah semua parpol mengirimkan saksinya, kami akan mengadakan bimtek kepada orang-orang yang diberikan tugas oleh parpol sebagai saksi di TPS,” jelasnya.

Selain pengawas dari paprol, pihaknya juga tengah perekrutan pengawas TPS karena Bawaslu Pati mengalami kekurangan pengawas. Dari kebutuhan 4.369 pengawas, baru terpenuhi 2.295 orang, sehingga masih kurang 2.074 orang. Kebutuhan pengawas bertambah karena TPS-nya bertambah.

(ks/put/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia