Sabtu, 20 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Features
Selamet Maladi, Perajin Miniatur Bus

Dibikin Detail, Harga Makin Mahal

07 Maret 2019, 08: 57: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

PERAWATAN: Selamet Maladi perajin sekaligus kolektor miniatur bus melakukan perawatan dengan membersihkan bodi-bodi bus di rumahnya kemarin.

PERAWATAN: Selamet Maladi perajin sekaligus kolektor miniatur bus melakukan perawatan dengan membersihkan bodi-bodi bus di rumahnya kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Selamet Maladi memiliki koleksi 50 miniatur bus. Puluhan miniatur bus itu ia bikin sendiri. Ia rela merogoh kocek untuk membuat koleksinya itu.

 INDAH SUSANTI, Kudus

 BERSIH-BERSIH jadi momen untuk Selamet Maladi membersihkan miniatur busnya. Ia miliki banyak macam miniatur PO bus. Maladi panggilan akrabnya mengaku sepekan sekali membersihkan koleksi miniatur busnya itu.

Bulu halus kuas menyapu bodi miniatur bus. Ia membersihkan sampai di sela-sela terkecil. Mulai roda-roda hingga kaca miniatur bus.

Maladi membersihakan koleksinya sembari bercerita awal membuat miniatur bus sebenarnya hanya untuk koleksi, tapi setelah diperlihatkan ke beberapa teman banyak peminatnya.

Dia mulai membuat miniatur pada 2008. Dua tahun menjadi perajin miniatur bus, pesenan semakin ramai. Pemesan datang dari Blora, Surabaya, dan Semarang. Tapi dirinya juga disibukkan pekerjaan. Ia memilih tidak menerima pesanan di 2010. ”Saya tetap membuat. Kadangkala. Semua untuk koleksi sendiri. Ya tidak untuk dijual,” terangnya.

Ia bercerita pernah diantara koleksinya ingin dibeli. Itu saat ada acara kumpul-kumpul sesama penyuka miniatur di Jepara. “Banyak anak-anak merengek menangis meminta ke ibunya dibelikan miniatur bus. Kami tetap tidak boleh karena memang hanya untuk koleksi. Ya, sebenarnya kasihan juga, tapi gimana lagi memang tidak di jual,” cerita Maladi sambil tertawa.

Kesibukannya terhadap pekerjaan saat inilah yang membuat Maladi memutuskan untuk tidak melanjutkan menjadi perajin miniatur bus. Dia juga mengaku saat ini menjadi salah satu anggota dari komunitas Small In Sexy Miniatur Bus Only.

Ia mengku awal mula pembuat miniatur bus di Kudus hanya dia. Kemudian ada beberapa perajin lain yang mengikuti jejaknya. Salah satunya perajin berada di Desa Loram Kulon, Jati. Perajin itu selalu didukungnya menjadi perajin miniatur profesional.

Ia menerangkan bahan-bahan untuk membuat miniatur bus, yakni triplek. Bisa juga acrilic. Untuk ukuran miniatur bus ini kata dia, mulai dari skala 1:20, 1:50, 1:84 serta 1:18.

Setiap kali waktu masih membuat miniatur bus ini, Maladi mengaku mengerjakan pembuatannya antara 4-6 minggu. Dengan biaya yang dikeluarkan antara Rp 1 Juta hingga Rp1,5 juta per unitnya.

”Ya bentuk-bentukya saya mengadop perusahaan-perusahan bus terkenal. Koleksi saya ada bus Nusantara, PO Hariyanto, PO Ramayana, dan jenis-jenis lainnya. Kemudian model bodi bus (karoseri) ada yang Setra Jadul, Markopolo, dan Jetbus,” ungkapnya.

Maladi juga membuat interior dalamnya persis aslinya. Dan, kerumitannya yang membuat harga bus buatannya mahal. Saat masih menerima pesanan, paling murah dijual harga Rp 900 ribu.

”Ada yang pakai remot, tapi kebetulan koleksi saya tidak ada. Waktu itu pesanan harga capai Rp 1,6 juta ke atas. Ya, namanya hobi semahal apapun pasti dilakukan. Sebenarnya banyak koleksi saya, tapi ada beberapa yang dibawa pulang ponakan-ponakan saya,” tandasnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia