Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Berhasil Tangkap Pelaku Vandalisme, Bupati Beri Upeti Rp 1 Juta

04 Maret 2019, 11: 40: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

VANDALISME : Warga melintasi jembatan yang dicoret warga. Geram dengan ulah ini, Bupati Kudus M Tamzil akan memberi uang sejuta bagi orang yang mampu menangkap pelaku.

VANDALISME : Warga melintasi jembatan yang dicoret warga. Geram dengan ulah ini, Bupati Kudus M Tamzil akan memberi uang sejuta bagi orang yang mampu menangkap pelaku. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/ Radar Kudus)

Share this      

KOTA Maraknya aksi vandalisme atau mencoret tembok membuat Bupati Kudus M. Tamzil geram. Selain dikeluhkan warga, aksi ini mengurangi keindahan perkotaan. Untuk itu Tamzil akan memberi upeti kepada masyarakat yang berhasil menangkap pelaku vandalisme.

Tamzil menyayangkan aksi corat-coret tak jelas itu, membuat keindahan kota tercoreng. Jika pelaku tertangkap, Tamzil akan mengarahkan pelaku untuk berkarya. Dengan begitu warga bis amenikmati karya mereka. ”Ya.Bagi yang bisa menangkap akan mendapatkan upeti sejuta,” ungkapnya dengan tegas.

Tunadi, Satpam yang bertugas di Jalan Dr. Ramelan mengaku sebelumnya tembok di gang empat Kudus penuh coretan. Namun dicat hijau karena oleh Pemkab. Dia juga sudah mengimbau pihak Desa Panjunan agar menindak tegas ketika pelaku corat-coret tembok itu tertangkap.

”Saya tidak pernah menjumpai pelakunya. Namun saya lihat coretannya. Gambarnya bagus. Cuma ya tidak tepat,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus Djati Solechah mengatakan kegiatan vandalisme merupakan tindakan yang merusak keindahan. Serta melanggar Perda Dati II nomor 10 th 1996 tentang kebersihan, Keindahan dan Ketertiban(K3) di Kabupaten Kudus.

Adapun bunyinya menjemur, memasang, menempalkan atau menggantungkan benda-benda dan mencoret-coret pada dinding-dinding bangunan di tempat umum, taman kecuali di tempat-tempat yang ditunjuk oleh Bupati Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk. ”Itu jelas melanggar Perda,” katanya.

Djati juga menyatakan, ketika pelaku tertangkap akan ada pembinaan. Sedangkan untuk kedua kali akan dilakukan tindakan. Seperti diambil langkah hukum. ”Kami juga mengimbau masyarakat agar bekerja sama dengan kami. Untuk melaporkan tindakan tersebut,”katanya. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia