Jumat, 20 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pati

68 Warga Pati Terjangkit DBD, Satu Meninggal Dunia

02 Maret 2019, 15: 20: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

68 Warga Pati Terjangkit DBD, Satu Meninggal Dunia

KOTA – Kasus Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pati terus melonjak. Selama Januari hingga kemarin (27/2) dari 339 kasus demam dengue, ada 68 masyarakat yang positif DBD. Satu diantaranya meninggal karena DBD merupakan warga Desa Karangwage, Kecamatan Trangkil. Kini Pemkab Pati telah menghentikan fogging karena terkendala anggaran dan menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati dr. Edi Siswanto melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Masnuchaddin Syah mengatakan, ada 68 warga yang positif DBD selama dua bulan ini. Penemuan kasus DBD setelah pendataan dan pengecekan laboratorium.

Dari 339 kasus demam dengue, yang positif DBD sebanyak 68 orang. Terdiri dari 37 laki-laki dan 31perempuan. Satu warga diantaranya meninggal dunia. Menurutnya, warga yang terkena demam dengue (DD) itu dan DBD itu berbeda. Walaupun sama-sama disebabkan infeksi virus dengue, namun penderita DD hanya mengalami demam dan syok saja.

“Setelah diberikan perawatan akan kembali pulih. Sedangkan DBD tak hanya demam saja, juga disertai dengan kebocoran plasma sehingga lebih berbahaya hingga mengakibatkan kematian. Ini yang perlu diwaspadai,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, sejauh ini penanganan DBD telah dilakukan. Selama dua bulan terakhir ada kegiatan fogging di 60 titik. Namun kegiatan tersebut sementara dihentikan karena terkendala anggaran. Pihaknya kini tengah menggencarkan PSN. Sebelumnya sudah ada surat edaran untuk semua kepala puskesmas supaya melaksanakan PSN di setiap wilayah.

“Saat ini surat edaran dari bupati masih dalam proses. Yakni memberikan intruksi kepada semua camat melaksanakan PSN karena masih bayak desa yang fogging minded daripada PSN. Padahal sebenarnya langkah yang paling efektif itu PSN,” lanjutnya.

Kegiatan PSN dilaksanakan dengan 3 M (menguras, menutup, dan mengubur). Ini supaya tidak ada air menggenang yang digunakan nyamuk berkembang biak. Langkah PSN ini paling efektif memutus rantai perkembangan nyamuk aedes aegypti. Sedangkan fogging mengeliminasi nyamuk dewasa.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia