Selasa, 19 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Terungkap! Ternyata Ini Kode Rahasia yang Digunakan Pengedar Narkoba

02 Maret 2019, 11: 36: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

Terungkap! Ternyata Ini Kode Rahasia yang Digunakan Pengedar Narkoba

JEPARA Kasus peredaran narkoba di Kabupaten Jepara meningkat. Sepanjang tahun 2018, 31 kasus peredaran narkoba berhasil terungkap. Transaksi tersebut sering menggunakan istilah aneh sebagai kode. Misalnya narkoba jenis inex atau ekstasi pada transaksi jual beli menggunakan istilah iwak.

Ada pula istilah pembelian paket harga Rp 500 ribu menggunakan kode P5. Kemudian Rp 300 ribu gunakan kode P3. Sedangkan paket sabu dengan berat 1 gram menggunakan kode 1F.

Hal ini diungkapkan Kasatnarkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto kemarin. ”Umumnya para penjual dan pembeli menggunakan kode itu. Barang ditempatkan di semak-semak oleh penjual. Lalu pembeli sudah diberi tahu lokasi penempatan barangnya oleh penjual,” katanya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah kasus narkoba pada 2018 meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini saja hingga Februari sudah tercatat sedikitnya delapan kasus peredaran narkoba. ”Pada saat 2019 ini sudah delapan kasus sampai Februari ini,” ujarnya.

AKP Hendro mengungkapkan, jumlah ini melonjak jika dibandingkan dengan 2017 dan 2018 lalu. Pada 2017, tercatat ada 24 kasus. Meningkat pada 2018 ada 31 jumlah kasus peredaran narkoba di Kota Ukir. Narkoba jenis sabu mendominasi sepanjang pengungkapan kasus selama ini.

Ia menceritakan, jika pihaknya sekitar dua pekan kemarin telah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) berhasil meringkus residivis narkoba di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara. Dari tersangka didapatkan barang bukti ratusan pil ekstasi seberat satu kilogram. ”Itu baru keluar beberapa bulan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP),” kata AKP Hendro Asriyanto.

Terlebih tidak sedikit pengungkapan kasus narkoba di Jepara dari kalangan pelajar. Ia pernah mengamankan anak di bawah umur yang diperalat menjadi kurir narkotika. Modusnya yakni menaruh paket dengan iming-iming uang Rp 20 ribu per paketnya.

Bahkan ada juga kasus, dengan melibatkan enam orang pelajar yang nekat mencuri sejumlah uang dari meja guru. Kawanan bocah tersebut bekerja sama dalam melakukan pencurian. Hanya untuk membeli barang haram tersebut. ”Bahkan ada anak sampai melakukan pencurian uang jutaan di meja gurunya,” kata AKP Hendro.

Dengan meningkatnya jumlah pengungkapan upaya peredaran narkoba di Kabupaten Jepara, menunjukkan Jepara sangat rawan dengan upaya peredaran narkoba. ”Jepara menjadi incaran untuk para pengedar narkoba,” katanya. 

(ks/war/zen/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia