Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Belasan Dosen FTIK Unisnu Praktik Pembelajaran Kreatif

16 Februari 2019, 15: 16: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

BERIKAN ILMU: Narasumber Mujimin memberikan pemaparan materi workshop kepada peserta workshop di Unisnu Jepara Rabu (13/2) kemarin.

BERIKAN ILMU: Narasumber Mujimin memberikan pemaparan materi workshop kepada peserta workshop di Unisnu Jepara Rabu (13/2) kemarin. (FTIK UNISNU FOR RADAR KUDUS)

Share this      

TAHUNAN  - Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menyelenggarakan workshop peningkatan kualitas dosen di ruang pertemuan lantai tiga Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Unisnu Jepara Rabu (13/2). Acara ini diikuti 14 peserta. Terdiri dari enam dosen Prodi PGPAUD, enam dosen Prodi PGSD serta satu dosen. Masing-masing dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FTIK Unisnu Jepara.

Sebagai narasumber Mujimin. Dia akademisi juga dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Workshop ini disambut dan dimanfaatkan dengan baik oleh peserta. Terbukti mereka antusias berdiskusi. Menajamkan pemahaman dan materi yang disampaikan narasumber. 

“Kegiatan Workshop yang menarik, narasumber sangat interaktif dengan peserta, langsung praktik, sharing bersama dan memberikan banyak inovasi dan pemahaman tentang inovasi metode pembelajaran yang kreatif,” ungkap Naili Rohmah, salah satu peserta dari Prodi PGPAUD, selaku ketua kegiatan workshop.

Drs. H. Mahalli, dekan FTIK Unisnu Jepara secara resmi membuka kegiatan workshop itu. Dalam sambutan ia menyampaikan harapanya melalui kegiatan ini dosen peserta workshop mendapatkan inovasi metode pembelajaran yang berbasis pada IT. Sehingga mampu diaplikasiskan kepada mahasiswa.“Revolusi Industri 4.0 berciri khas dengan cyber sistem merupakan revolusi. Maka dari itu dosen perlu meningkatkan wawasannya,” imbuhnya dalam sambutan pembukaan.

Memasuki era revolusi industri 4.0, lanjutnya, dosen harus mampu mengubah cara lama dalam penyampaian pembelajaran kepada mahasiswa. Tantangan era ini adalah bagaimana mengubah cara belajar, cara pandang, serta cara bertindak mahasiswa di berbagai bidang. Sehingga mengharuskan dosen lebih banyak memiliki inovasi dan kreativitas dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Sehingga tujuan akhir diselenggarakannya workshop metode pembelajaran ini dapat memberikan tambahan ilmu baik secara teoritik maupun praktik tentang berbagai macam metode pembelajaran yang nantinya akan berimbas pada peningkatan potensi, prestasi, serta kreativitas bagi mahasiswa.

Pada acara penutupan narasumber memberikan motivasi kepada peserta workshop. “Revolusi Industri 4.0 tidak hadir secarah terpisah. Untuk itu tidak perlu kita takuti apalagi dihindari. Salam semangat selalu,” ungkap narasumber yang akrab dipanggil Pak Muji itu. 

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia