Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Relokasi Pedagang GOR Simpang Lima Di-Deadline Lusa

12 Februari 2019, 14: 20: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

AKAN DIROBOHKAN: GOR Simpang Lima Purwodadi akan dibongkar dan dibangun lagi. Pedagang yang menempati kios area GOR diharuskan pindah sebelum 14 Februari 2019.

AKAN DIROBOHKAN: GOR Simpang Lima Purwodadi akan dibongkar dan dibangun lagi. Pedagang yang menempati kios area GOR diharuskan pindah sebelum 14 Februari 2019. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

PURWODADI – GOR Simpang Lima yang berdiri sejak tahun 1982 segera dirobohkan. Rencananya, GOR mulai dibongkar pada 14 Februari 2019. Pedagang yang berjualan di sekitar GOR sudah diminta untuk pindah. Namun, ada beberapa pedagang yang merasa keberatan karena jangak waktu pemberitahuan dan deadline pindah terlalu dekat.

Sekretaris Disporabudpar Grobogan Edi Santoso mengatakan, pembongkaran dilakukan setelah Pemkab Grobogan mendapatkan pemenang lelang aset sebesar Rp 707 juta. Meski rencana pembongkaran dimulai 14 Februari, namun pihaknya masih menunggu pedagang yang jualan di kios GOR pindah terlebih dahulu.

”Kami sudah sosialisasikan dan beritahu kepada pedagang yang menempatinya agar segera pindah maksimal 14 Februari 2019. Setelah kosong langsung pembongkaran karena sudah ada pemenang lelang aset,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus Senin (11/2).

Namun, beberapa pedagang masih keberatan harus dengan deadline pindah sampai 14 Februari itu. Budi salah, satu pemilik kios di GOR Simpang Lima Purwodadi mengaku, informasi pedagang untuk mengosongkan tempat terlalu cepat. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Sehingga banyak pedagang yang masih bingung untuk mencari tempat jualan. Meski demikian, para pedagang tidak menolaknya.

”Rapat terakhir di ruang wakil bupati satu pekan sebelum tanggal 14 Februari harus dibongkar. Tetapi surat resminya belum diberikan sampai sekarang,” kata pedagang elektronik ini.

Warga perumahan Kalongan Indah itu merasa kecewa. Sebab, kompensasi yang diberikan pedagang tidak ada. Dirinya mengaku hanya dijanjikan dibuatkan kios lagi di bangunan baru di sisi selatan tempat masuk GOR. ”Jika masih menunggu satu tahun kami jualan di mana. Sementara waktu akan di rumah dulu sambil menunggu,” ujarnya.

Dia menambahkan, informasi untuk pengosongkan kios sudah dilakukan beberapa kali. Pertama pada November 2018. Kemudian Desember 2018. Dan terakhir Februari 2019. Dirinya berharap bangunan 12 kios untuk pedagang lama bisa ditepati.

”Kami dulu menempatinya dengan beli. Sekarang kami diminta pindah,” tambah pedagang yang sudah menempati bangunan selama 17 tahun.

Menurut Edi Santoso, pengosongan kios harus dilaksanakan. Sebab, pembongkaran gedung GOR dilakukan secara total. Para pedagang yang menempati kios akan ditempatkan di sisi sebelah selatan GOR, untuk ditampung bersama dengan kantor KONI dan NPC Grobogan.

”Untuk kios nanti masih tetap ada. Tetapi tempatnya berada di sebelah selatan tempat pintu masuk dan tempat parkir. Tetapi masih menunggu bangunan GOR selesai,” ujarnya.

Pembongkaran bangunan GOR Simpang Lima ditargetkan selesai pada Maret 2019. Selanjutnya Pemkab Grobogan akan melakukan lelang lagi untuk pembangunan GOR Simpang Lima tipe B, dengan nilai anggaran sebesar Rp 15 miliar. Rinciannya prasarana fisik Rp 13,8 miliar, sarana/peralatan Rp 566 juta, dan anggaran penunjang sebesar Rp 612 juta.

”Pembangunan GOR ini akan menambah luas bangunan dan menambah tribun kursi penonton memutar. Kemudian juga akan menambah beberapa fasilitas pembangunan lainnya. Seperti ruang atlet, kamar mandi, ruang ganti, lahan parkir, pertokoan dan kantor,” ujarnya.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia