Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Warga Tak Perlu Repot, Kini Suket E-KTP Bisa Diurus di Desa

12 Februari 2019, 13: 14: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

PELAYANAN: Dindukcapil Rembang mulai hari Senin (11/2) mulai proses kebut pencetakan e-KTP, hanya saja di lapangan masih banyak warga yang salah paham sehingga harus balik. 

PELAYANAN: Dindukcapil Rembang mulai hari Senin (11/2) mulai proses kebut pencetakan e-KTP, hanya saja di lapangan masih banyak warga yang salah paham sehingga harus balik.  (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

KOTA – Mulai senin kemarin (11/2) percepatan pencetakan e-KTP di Kabupaten Rembang mulai dikebut. Target percepatan sampai tanggal 25 Februari 2019. Begitu besarnya animo masyarakat yang ingin pegang e-KTP, mereka berbondong-bondong mendatangi di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) setempat.

Hanya saja sebagian masyarakat kecewa. Pasalnya jauh-jauh datang tidak mendapatkan e-KTP secara langsung. Hal ini karena ada kesalahpahaman yang diterima masyarakat. Percepatan sifatnya hanya secara kolektif. Artinya, sudah ada yang mengakomodir, dalam hal ini tim dari desa. “Jadi masyarakat tidak perlu repot datang di kantor Dindukcapil,” ujar Kepala Kantor Dindukacapil Rembang, Daenuri menanggapi adanya keluhan yang diterima sebagian masyarakat.

Dia mengakui, jika harus menunggu suket datang di Rembang, sesuai target 35 ribu tidak bakal bisa terkejar. Untuk itu, petugas desa yang di tunjuk untuk menerima suket. “Suket akan kita cetak massal selama 2 pekan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (11/2).

Denuri menambahkan, petugas desa yang datang di kantor Dindukcapil membawa suket. Baru suket dilakukan penarikan dan ditukar e-KTP. Harapannya agar masyarakat tidak perlu repot-repot datang di kantornya secara perseorangan.

”Masyarakat tidak perlu berbondong-bondong. Cukup di desa. Desa sudah kami latih, tinggal mengumpulkan suket dan dibawa perangkat. Tanggal 25 kita bagi sesuai suket yang dibawa,” terangnya.

Waktu pengumpulan sendiri dibatasi sampai tanggal 25 Februari. Sehingga masih ada siswa waktu cukup panjang. Karena hari Senin kemarin baru proses pencetakan. Proses ini dilakukan pagi hingga tengah malam.

”Kita ingin memudahkan masyarakat. Kini semua data sudah kami cetak. Kalau mau menukar cukup di kepala desa atau perangkat yang ditunjuk. Nanti perangkat datang diberi sesuai suket yang dibawa,” jelasnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia