Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Kemenag: Tahun Ini USBN Madrasah Wajib Berbasis Komputer

12 Februari 2019, 11: 45: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

SOSIALISASI: Kemenag mengumpulkan kepala sekolah MTs mendapatkan sosialisasi tentang pelaksanaan beberapa ujian di aula kemarin.

SOSIALISASI: Kemenag mengumpulkan kepala sekolah MTs mendapatkan sosialisasi tentang pelaksanaan beberapa ujian di aula kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS Kementerian Agama (Kemenag) Kudus mengumpulkan kepala sekolah MTs se Kabupaten Kudus, dalam rangka mendapatkan sosialisasi terkait pelaksanaan ujian. Sebab ujian sekolah berstandar nasional (USBN) wajib menggunakan komputer.

Kepala Kemenag Kudus Noor Badi melalui Kasi Pendidikan Madrasah Suhadi menjelaskan, tahun ini ada yang berbeda. USBN yang sebelumnya masih menggunakan lembar jawab, tahun ini diharuskan menggunakan komputer.

”Kalau menggunakan komputer, sebenarnya memberatkan sekolah. Karena yang diujikan seluruh mata pelajaran (Mapel). Kemudian soal juga berbeda antarsesi, sewa jenset, dan psikis anak karena nilai bisa langsung diketahui,” jelasnya.

Suhadi mengatakan, tahun lalu yang menggunakan komputer hanya ujian nasional (Unas), dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN). Namun tahun ini 64 MTs dan 36 MA menyatakan siap.

Sementara itu, jumlah siswa tahun ini yang mengikuti ujian untuk MTs sebanyak 6.554 siswa. Sedangkan MA sesuai jurusan yakni IPA sebanyak 1.499 siswa, IPS sebanyak 1.309 siswa, Bahasa sebanyak 102 siswa, dan Keagamaan sebanyak 250 siswa. Jadi total peserta didik MA yang mengikuti ujian sebanyak 4.160 siswa.

Suhadi menerangkan, sebenarnya jumlah MTs keseluruhan ada 67 madrasah. Tetapi dua MTs belum ada kelas IX dan satu MTs baru ada kelas IX tahun ajaran berikutnya. Sehingga, belum bisa mengikuti ujian.

Untuk madrasah yang menggunakan Kurikulum 2013 (K13) tingkat MTs sebanyak tujuh sekolah yakni MTsN 1, MTsN 2, MTs NU Banat, MTs Ma’ahid, MTs NU Ma’rifatul Ulum, MTs NU Matholi’ul Huda, MTs Khoiriyah.

Sementara yang menggunakan KTSP ada 57 MTs. Untuk MA yang menggunakan K13 sebanyak empat madrasah yakni MAN 1, MAN 2, MA NU Banat, dan MA Ma’ahid. Sedangkan yang menggunakan KTSP sebanyak 32 sekolah.

”Tahun ini yang menggunakan UNBK mandiri tingkat MTs sebanyak 59 sekolah, sedangkan yang numpang ada lima sekolah. Tingkat MA mandiri UNBK sebanyak 34 sekolah dan yang masih numpang ada dua sekolah,” terang Suhadi.

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia