Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Tim KKN Unisnu Road Show Sosialisasikan Tekan ODHA dan Pernikahan Dini

12 Februari 2019, 10: 26: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

FOTO BERSAMA: Siswa-siswi di Desa Cepogo, Kembang mengikuti sosialisasi bahaya pernikahan dini, narkoba dan HIV/AIDS Sabtu (9/2) lalu yang digelar Tim KKN Unisnu.

FOTO BERSAMA: Siswa-siswi di Desa Cepogo, Kembang mengikuti sosialisasi bahaya pernikahan dini, narkoba dan HIV/AIDS Sabtu (9/2) lalu yang digelar Tim KKN Unisnu. (KKN FOR RADAR KUDUS)

KEMBANG - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Desa Cepogo, Kembang, road show sosialisasikan bahaya pernikahan dini, narkoba dan HIV/AIDS Sabtu (9/2) lalu. Tim berkeliling ke dua sekolah dan kelompok PKK Desa Cepogo, Kembang.

Acara ini diikuti sekitar 300 peserta yang meliputi dari siswa SMP N 2 Kembang, MTs KRM Marzuki, dan ibu-ibu PKK. Sosialisasi berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Konsep acara ini adalah menggunakan dua arah yaitu  jalur pendidikan dan jalur masyarakat.

Koordinator Tim KKN, Menurut Erika Fahrur Ana mengatakan, Desa Cepogo merupakan desa  yang menduduki peringkat tiga orang dengan HIV/AIDS (ODHA) se-Kecamatan Kembang pada data 2017. Harapan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah adanya pernikahan dini dan memperkecil angka ODHA di Desa Cepogo. “Hal itu yang menjadi acuan kami untuk mengadakan program sosialisasi itu,” ujarnya.

Peserta antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Pasalnya tim KKN mendatangkan empat Duta Genre sekaligus. Duta Genre jalur pendidikan, Ja’far Sodiq Muhtar dan Melati Puspita Sari menyampaikan materi di depan pelajar. Sedangkan Duta Genre jalur Muhammad Roykhan dan Nikmatul Kholida mengisi materi di depan ibu-ibu PKK.

Menurut Ja’far Sodiq Muhtar dan Melati Puspita Sari menyampaikan, para pelajar diharapkan tidak segera menikah tanpa perencanaan terlebih dahulu. Karena dampak dari pernikahan dini berpengaruh pada psikologis personal. “Jika secara psikologis belum siap, bisa memacu kekerasan dalam rumah tangga. Maka umur yang ideal secara undang-undang yaitu laki-laki umur 25 tahun dan perempuan 21 tahun,” ujarnya.

Sementara Roykhan dan Kholida, juga menyampaikan bahwa HIV/AIDS selama ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan secara total. Maka dari itu upaya yang dilakukan adalah pencegahan. “Tidak berganti-ganti pasangan dan jauhi narkoba,” paparnya.

(ks/zen/war/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia