Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Nelayan Jepara Desak Bangun Breakwater di Selatan TPI, Ini Alasannya

11 Februari 2019, 12: 51: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

PARKIR DADAKAN: Ratusan kapal nelayan Jepara ditambatkan di Pelabuhan Kartini Jepara agar terhindar dari gelombang tinggi karena muara Kali Wiso sudah penuh.

PARKIR DADAKAN: Ratusan kapal nelayan Jepara ditambatkan di Pelabuhan Kartini Jepara agar terhindar dari gelombang tinggi karena muara Kali Wiso sudah penuh. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA – Ratusan perahu nelayan Jepara terparkir rapi di Pelabuhan Kartini Jepara kemarin. Perahu ditambatkan sepanjang jalan beton menuju tempat bersandarnya KMP Siginjai dan Express Bahari. Nelayan memilih memarkirkan perahunya selama musim baratan di Pelabuhan Kartini lantaran tidak memiliki tempat menambatkan perahu.

Muara Kali Wiso yang menjadi tempat andalan nelayan untuk parkir kapal sudah penuh. Tak urung sejumlah nelayan di Kabupaten Jepara mendesak pemerintah segera membangun pemecah gelombang (breakwater), di sisi selatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara Sudiyatno menjelaskan, nelayan Jepara menginginkan pemecah gelombang yang berintegrasi dengan tambatan kapal di area Syahbandar Jepara. Menurutnya, selama ini muara Kali Wiso memang menjadi andalan bagi nelayan Jepara, khususnya di kelurahan Jobokuto dan Ujungbatu untuk menambatkan kapal mereka.

Di musim baratan, tanpa adanya pemecah gelombang, area di sekitar TPI Ujungbatu masih diterpa gelombang tinggi. Hasilnya, nelayan masih mengandalkan muara Kali Wiso dan Pelabuhan Kartini sebagai lokasi berlindung dari ganasnya gelombang.

”Pemecah gelombang di situ sangat penting. Salah satu alasannya, agar dapat meminimalisasi sedimentasi di muara Kali Wiso. Nelayan juga bisa berlindung dari ombak besar,” ujar Sudiyatno.

Sudiyatno mengemukakan, pemecah gelombang itu sangat penting. Sebab di musim baratan, sampah yang terbawa di lautan selalu menepi di muara Kali Wiso. Hal itu menyebabkan sedimentasi di muara kali yang digunakan ratusan nelayan untuk menambatkan kapal tersebut kian parah.

“Selain itu, juga agar gelombang yang menerpa daratan di lokasi itu tidak terlalu parah. Sehingga tepi pantai di sekitar TPI Ujungbatu hingga masuk muara Kali Wiso bisa dijadikan tempat tambat perahu, atau tempat berlindung saat musim baratan,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta, nelayan mengajukan proposal ke Pemprov Jateng. Usai pengajuan, akan ada tim yang turun ke lapangan untuk survei. ”Ajukan saja. Nanti ada tim yang datang dari provinsi,” tuturnya. 

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia