Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Pastikan Makanan Layak Konsumsi, Balai POM: Cukup Cek ‘Klik’

11 Februari 2019, 12: 45: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMANGAT: Ratusan warga antusias mengikuti Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Obat dan Makanan di Gedung Haji Jepara.   

SEMANGAT: Ratusan warga antusias mengikuti Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Obat dan Makanan di Gedung Haji Jepara.   (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA – Ratusan warga Jepara kompak teriakkan ‘Klik’. Cek kemasan. Cek label. Cek izin edar. Cek kedaluwarsa. Itu yang diteriakkan mereka pada acara Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Obat dan Makanan di Gedung Haji Jepara kemarin.

Kegiatan tersebut digelar Balai Besar Pengawasa Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang bersama tokoh masyarakat sekaligus anggota Komisi IX DPR RI Ali Mahir. ”Tips cepat sebelum konsumsi makanan bagi masyarakat dengan cek klik,” kata Kepala BBPOM Semarang Syafriansah.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk cerdas memilih makanan. Masyarakat juga dituntut lebih teliti tentang mutu suatu produk. Kemudian membiasakan diri mengenal dan memahami jenis, kegunaan, serta kandungan produk makanan.

”Jangan mudah konsumsi makanan dan obat tanpa melihat legalitas dan kualitasnya. Setidaknya bisa menjaga kesehatan diri sendiri dan orang di sekitar kita,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada pelaku usaha yang memproduksi pangan industri rumah tangga, untuk segera mengurus perizinan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Dengan diterbitkannya izin untuk produksi pangan industri rumah tangga, pelaku usaha akan memproduksi pangan yang memenuhi persyaratan kesehatan. Karena para pelaku usaha akan mendapatkan bimbingan atau pembinaan tentang keamanan pangan. Termasuk cara memproduksi pangan yang baik.

Dengan memproduksi pangan yang sehat berarti ikut membantu melindungi konsumen dari mengonsumsi produk pangan yang tidak sehat. Selain itu. juga merupakan upaya menjamin mutu produk yang dihasilkan. 

”Sudah punya usaha makanan atau obat, tapi tanpa izin edar terancam sanksi administratif maupun pidana. Monggo bapak ibu konsultasikan dengan dinas terkait jika punya produk pangan maupun obat,” tuturnya.

Sementara itu Ali Mahir yang sering disapa Bib Mahir mengatakan, sosialisasi itu penting agar masyarakat lebih waspada dan teliti dalam mengonsumsi obat dan makanan. Sehingga bisa terhindar dari penyakit.

Karena obat dan makanan ilegal mengandung bahan berbahaya yang tidak seharusnya dikonsumsi manusia. Akan sangat berbahaya jika dikonsumsi bisa mengakibatkan penyakit dan bisa berdampak pada kematian. ”Usai dari sosialisasi ini jangan hilang begitu saja materinya. Sebarkan kepada keluarga, teknik cek sebelum konsumsi sesuatu. Supaya bermanfaat,” tandasnya.

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia