Sabtu, 25 May 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Tim KKN Unisnu Road Show Cegah HIV dan Pernikahan Dini

11 Februari 2019, 12: 35: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

PERANGI HIV: Mahasiswa KKN Unisnu di Desa Cepogo, Kecamatan Kembang mengajak siswa untuk menghindari pernikahan dini dan HIV.

PERANGI HIV: Mahasiswa KKN Unisnu di Desa Cepogo, Kecamatan Kembang mengajak siswa untuk menghindari pernikahan dini dan HIV. (TIM KKN UNISNU FOR RADAR KUDUS)

KEMBANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Desa Cepogo, Kecamatan Kembang menggelar road show. Tujuannya untuk menyosialisasikan bahaya pernikahan dini, narkoba, dan HIV/AIDS Sabtu (9/2) lalu. Tim berkeliling ke dua sekolah dan kelompok PKK desa setempat.

Acara ini diikuti sekitar 300 peserta yang meliputi dari siswa SMPN 2 Kembang, MTs KRM Marzuki, dan ibu-ibu PKK. Sosialisasi berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Konsep acara ini adalah menggunakan dua arah. yYaitu  jalur pendidikan dan jalur masyarakat.

Erika Fahrur Ana, koordinator Tim KKN mengatakan, Cepogo merupakan desa  yang menduduki peringkat tiga orang dengan HIV/AIDS (ODHA) se-Kecamatan Kembang pada 2017. Harapan dari kegiatan itu, untuk mencegah adanya pernikahan dini dan memperkecil angka ODHA di Desa Cepogo. ”Hal itu yang menjadi acuan kami untuk mengadakan program sosialisasi,” ujarnya.

Peserta antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Pasalnya tim KKN mendatangkan empat Duta Genre sekaligus. Duta Genre jalur pendidikan, Ja’far Sodiq Muhtar dan Melati Puspita Sari menyampaikan materi di depan pelajar. Sedangkan Duta Genre jalur masyarakat Muhammad Roykhan dan Nikmatul Kholida, mengisi materi di depan ibu-ibu PKK.

Ja’far Sodiq Muhtar dan Melati Puspita Sari menyampaikan, para pelajar diharapkan tidak segera menikah tanpa perencanaan terlebih dahulu. Karena dampak dari pernikahan dini berpengaruh pada psikologis personal.

”Jika secara psikologis belum siap, bisa memacu kekerasan dalam rumah tangga. Maka umur yang ideal secara undang-undang, yaitu laki-laki umur 25 tahun dan perempuan 21 tahun,” ujarnya.

Sementara Roykhan dan Kholida, juga menyampaikan bahwa HIV/AIDS selama ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan secara total. Maka dari itu upaya yang dilakukan adalah pencegahan. ”Tidak berganti-ganti pasangan dan jauhi narkoba,” paparnya.

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia