Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Antisipasi Pemalsuan Dokumen, Polisi Dorong Instansi Pakai Card Reader

11 Februari 2019, 11: 21: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

MERESAHKAN: Kapolres Kudus AKBP Saptono (tengah) menunjukkan dokumen kependudukan palsu. Pelaku sindikat pemalsuan dokumen ini sudah dibekuk.

MERESAHKAN: Kapolres Kudus AKBP Saptono (tengah) menunjukkan dokumen kependudukan palsu. Pelaku sindikat pemalsuan dokumen ini sudah dibekuk. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

KOTA – Beberapa waktu lalu, Polres Kudus berhasil mengamankan sindikat pemalsuan dokumen berupa e-KTP, KK, STNK, hingga buku nikah. Terkait hal ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus pun mengaku pernah diminta klarifikasi tiga kali terkait keaslian KTP oleh salah satu bank di Kudus.

Plt Kepala Disdukcapil Putut Winarno mengakui hal ini. Tahun lalu, ada sekitar tiga kali konfirmasi terkait hal ini. Biasanya pertanyaan tentang legalitas e-KTP ini akan digunakan untuk proses pencairan pinjaman yang diajukan oleh nasabah.

”Saat kami cek, tidak terdata di data base Dukcapil,” katanya saat dikonfirmasi kemarin.

Meskipun tak menyebutkan nama bank yang meminta klarifikasi, Putut dengan tegas menyatakan memang ada. Bahkan hal ini sudah ditemuinya sejak ia menjabat sebagai sekretaris dinas. Bank tersebut ada yang milik pemerintah dan bank swasta.

Meskipun e-KTP yang diklarifikasikan tidak masuk di data base Dukcapil, namun ia enggan untuk menyebut kalau dokumen itu palsu. ”Saya tidak bisa bilang e-KTP itu palsu atau asli. Tapi yang jelas tidak ada datanya dalam data base kami,” tegasnya.

Dengan ditemukannya kasus seperti ini, memang tidak menutup kemungkinan jika memang ada oknum yang berniat buruk. Memanfaatkan ketidaktahuan petugas untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya menyarankan kepada seluruh instansi terutama bank dan leasing untuk memiliki card reader e-KTP. Agar pihak yang bersangkutan bisa mengecek keabsahan data kependudukan nasabahnya.

”Kami sudah layangkan surat edaran untuk hal itu kepada sejumlah instansi,” katanya.

Terpisah, Kapolres Kudus AKBP Saptono didampingi Kasat Reskrim AKP Rismanto, menyatakan meskipun sindikat pemalsuan telah ditangkap, pihaknya mengaku masih mengembangkan kasus ini.

”Kami meminta kepada masyarakat agar berhati-hati. Ketika melakukan pembelian barang yang disertai dokumen, kami harap diteliti. Kalau perlu dikonfirmasikan ke pihak yang bersangkutan,” ujarnya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia