Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Ratusan Warga Binaan Lapas Antusias Ikuti Sosialisasi Pemilu

11 Februari 2019, 09: 38: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

EDUKASI: Ratusan warga lapas kelas 2 B Rembang mendapatkan edukasi terkait pendidikan pemilih di aula setempat Sabtu kemarin.

EDUKASI: Ratusan warga lapas kelas 2 B Rembang mendapatkan edukasi terkait pendidikan pemilih di aula setempat Sabtu kemarin. (Relawan Demokrasi For Radar Kudus)

REMBANG – Ratusan warga binaan lembaga pemasyaratakan (lapas) kelas 2 B Rembang Sabtu kemarin (9/2) dikumpulkan di aula. Hal ini sehubungan mereka mendapatkan edukasi terkait pendidikan pemilih. Total yang mengikuti 103 orang, laki-laki dan perempuan.

Moment ini tidak disia-siakan warga binaan. Satu dengan yang lain saling lempar tanya jawab kepada pemateri. Sosialisasi didatangi komisioner KPU Rembang dan 5 orang relawan demokrasi pemilih berkebutuhan khusus.

Ada pertanyaan yang muncul warga binaan. Mulai e-KTP. Bagi yang tidak memiliki data kependudukan apakah dapat memberikan hak suara. Berikutnya soal dapil yang ada di kabupaten, provinsi ataupun kecamatan.

Semua pertanyaan ini dijawab secara gamblang Maskutin, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi dari KPU Rembang. Dengan demikian mereka mendapatkan wawasan. Hal ini sangat penting untuk masa depan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Kasubsi Pelayanan Tahanan, pada rutan kelas 2 B Rembang, Sri Nurwiyani, Sabtu kemarin. Menurutnya, sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu serentak tahun 2019.

”Peserta 103 orang. Semua berhak mengikuti pemilihan umum. Tidak ada persoalan administrasi atau kehilangan hak pilih,” ungkapnya.

Warga binaan ini nantinya akan memberikan hak suara di pesta demokrasi yang pelaksanaan pencoblosan 17 april 2019. Setelah mereka mengetahui tata cara memilih, waktu pemilihan, dan para paslon yang akan dipilih nanti.

Sementara itu Relawan Demokrasi dari basis demokrasi berkebutuhan khusus, Maemum AL Hanan menyampaikan lapas memang menjadi salah satu sasaran sosialisasi. Karena harapannya penghuni maupun pegawai lapas memberikan hak suaranya.

”Makanya butuh perlakuan khusus. Nantinya di lapas akan dibangun TPS, untuk memberikan suara bagi warga binaan maupun pegawai lapas” jelasnya.

Yang pasti mereka semua dipastikan dapat memilih. Tentunya dengan menuaikan hak pilih secara bebas sesuai hati nurani masing-masing. Makanya butuh dilakukan edukasi.

”Sosialisasi ini melibatkan komisioner KPU, Maskutin. Lalu empat rekan lainnya sesama relawan demokrasi Isnani, Tomi dan Istining Rahayu dan M. Faizin,” imbuhnya.

(ks/noe/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia