Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Dua Pekan Ini SMP di Kabupaten Kudus Laksanakan Tryout Mandiri

09 Februari 2019, 09: 44: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

UJI COBA: Siswa tingkat SMP kelas IX melaksanakan tryout UNBK mandiri kemarin.

UJI COBA: Siswa tingkat SMP kelas IX melaksanakan tryout UNBK mandiri kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KOTA – Simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP, dua pekan ini melaksanakan tryout mandiri. Masing-masing sekolah mengatur jadwal untuk mencoba kesiapan siswa-siswinya.

Seperti yang dilakukan SMPN 2 Kudus, uji coba UNBK mandiri sudah dijadwalkan jauh-jauh hari, sebelum ada jadwal simulasi nasional. Kepala SMPN 2 Kudus Jarwo menjelaskan, tujuan diselenggarakan tryout mandiri, agar siap mengikuti UNBK.

”Memang setiap sekolah tidak serentak, kami melaksanakan Senin (4/2) hingga Jumat (8/2). Tapi, ada koordinasi dengan musyarawah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Kudus,” ungkapnya.

Jarwo juga mengatakan, sudah ada SMP yang melaksanakan latihan lebih dulu seperti SMPN 1 Kudus dan SMPN 2 Undaan. Untuk kemarin, SMP Kanisius, SMPN 1 Kaliwungu dan beberapa SMP lainnya.

Menurutnya, tryout mandiri ini sebagai pemanasan bagi para siswanya dan mencoba alat-alat penunjang ujian berbasis komputer. Seperti server, jaringan dan perlengkapan cadangan lainnya.

”Kalau jadwal simulasi nasional dilaksanakan pertengan Februari. Jadi, untuk sekarang ini diserahkan pada sekolah masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, kepala SMP 2 Undaan Ahadi Setyawan, mengatakan, uji coba UNBK mandiri memang telah menjadi agenda sekolah untuk membekali siswa agar siap mengikuti UNBK dan selama uji coba berjalan lancar.

”Kami sudah melaksanakan pekan ini. Mata pelajaran yang diujikan sama yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan IPA, dan per hari satu mapel,” ungkapnya.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, SMP akan mengikuti UNBK semuanya. Persiapan UNBK telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.

”Sekolah juga telah membekali siswa dengan penguatan materi melalui pelajaran tambahan, istilah jam ke nol. Kami memantau melalu Kabid Dikdas Suharto laporan yang kami terima berjalan lancar, mudah-mudahan sampai hari H tidak ada kendala,” terangnya.

(ks/san/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia