Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Kenaikan Tarif Kargo Beratkan Jasa Pengiriman

08 Februari 2019, 16: 38: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

ilustrasi

ilustrasi (ilustrasi)

KUDUS – Asosiasi Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyayangkan kenaikan harga tariff kargo udara atau Surat Muatan Udara (SMU). Sebab, kenaikannya dianggap tak wajar. Antara 200 sampai 330 persen.
Dengan hal ini, Asperindo melayangkan surat protes kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi). Surat yang dirumuskan pada 14 Januari di Tangerang saat Rakerna Asperindo itu, bagian kelanjutan protes sebelumnya yang ditujukan kepada Menteri Koordinator Perekonomian dan pihak terkait. Sebab, hingga sekarang protes kenaikan SMU tak direspon dengan baik.
Para anggota Asperindo tersebut, terdiri dari 206 perusahaan tingkat kantor pusat Jakarta dan lebih dari 40.000  titik layanan di seluruh nusantara. Mereka kompak menolak kebijakan maskapai penerbangan, seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan lainnya.
Ketua DPW Asperindo Jawa Tengah (Jateng) Tony Winarno, menuturkan, dari kesepakatan itu, jika selama dua pekan sejak surat ini dibuat belum mendapatkan respon dari presiden, akan ada penghentian operasional pengiriman melalui kargo udara. “Hal ini bisa berdampak pada kecepatan pengiriman barang. Padahal, jasa pengiriman memegang peranan penting dalam perekonomian di Indonesia,” tuturnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asperindo Kudus Oki Brilliant Lubis, menambahkan, dengan kondisi ini, salah satu perusahaan jasa pengiriman barang Tiki melakukan penyesuaian harga. ”Sejak 1 Januari kami melakukan penyesuaian harga dengan kenaikan antara 10-20 persen. Ini seragam se-Indonesia,” kata pria yang juga direktur Tiki Kudus ini.
Dia menyatakan, sebenarnya kenaikan tarif itu kurang bagus bagi usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pelaku e-commerce. Sebab, kenaikan ongkos kirim (ongkir) otomatis akan langsung dirasakan pembeli.
Dia menambahkan, sebenarnya harga di Tiki cukup kompetitif. Apalagi sudah dua tahun tidak mengalami kenaikan tarif. Meski demikian, pihaknya masih berharap surat yang dibuat Asperindo pusat mendapat respon positif dari presiden. ”Kalau harga SMU bisa ditekan kan harga pengiriman bisa lebih murah. Ini berdampak positif bagi UMKM pelaku e-commerce,” imbuhnya. (lin)

ilustrasi

ilustrasi (ilustrasi)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia