Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Tahun Ini Seluruh SMP Sederajat di Grobogan Ikuti UNBK

08 Februari 2019, 14: 47: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

SIMULASI: SMP di Kabupaten Grobogan mulai melakukan simulasi ujian.

SIMULASI: SMP di Kabupaten Grobogan mulai melakukan simulasi ujian. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Dari 228 SMP/MTs di Kabupaten Grobogan, tahun ini semuanya sudah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sehingga tak ada lagi sekolah yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP).

Hal itu diungkapkan Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan Eko Darsono. Tahun lalu, seluruh MTs serentak mengikuti UNBK.

Sedangkan untuk SMP, masih ada 37 SMP yang mengikuti UNKP. Namun, tahun ini seluruh SMP yang terdiri dari 52 negeri, 13 swasta dan 22 Satu Atap (Satap) serentak telah mengikuti UNBK.

”228 SMP/MTs itu melakukannya secara mandiri maupun digabung, yakni numpang di SMA/SMK terdekat. Untuk SMP ada 46 sekolah yang pelaksanaannya bergabung dengan SMA/SMK terdekat,” ujarnya.

Menurutnya, tahun ini semua sekolah bisa melangsungkan UNBK karena mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK). Hingga ada usaha bantuan dari orang tua siswa. Bahkan adanya pinjaman laptop dari guru. Sehingga bisa memenuhi kuota kebutuhan sekolah.

Untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK, bagi sekolah yang kali pertama mengikuti akan ada selimulasi. Tahap pertama dilakukan pada 28-31 Januari, kemudian tahap II dilaksanakan Senin (4/2) hingga hari ini.

”Kami sudah mengumpulkan proktor dan akan melakukan sinkronisasi serta tahapan simulasi. Juga berkoordinasi dengan PLN agar tidak memadamkan listrik selama pelaksanaan ujian nanti,” paparnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta setiap sekolah untuk menyiapkan genset. Entah meminjam atau pun membeli sendiri. SUNKPehingga saat pelaksanaan ujian bisa berjalan lancar.

Menurutnya, pelaksanaan UNBK serentak yang dilakukan SMP/MTs se-Kabupaten Grobogan ini menguntungkan Disdik Grobogan. Sebab, Disdik tak perlu membuat posko penyimpanan paper seperti tahun-tahun sebelumnya. Kemudian tidak perlu melakukan distribusi soal dan LJK yang biasanya dikirim ke provinsi.

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia