Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Sebulan, Sudah 60 Warga Pati Terjangkit Demam Berdarah

08 Februari 2019, 14: 24: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

Sebulan, Sudah 60 Warga Pati Terjangkit Demam Berdarah

KOTA – Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pati meningkat drastis. Selama Januari hingga kemarin (7/2), sudah ada 60 warga Pati yang positif DBD. Melonjaknya penderita DBD membuat jadwal fogging diperpanjang. Selain itu, setiap daerah akan digiatkan kembali pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati dr. Edi Siswanto melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Masnuchaddin Syah mengatakan, selama sebulan terakhir ada 294 warga yang diduga menderita DBD. Namun setelah dicek di laboratorium puskesmas dan rumah sakit, yang positif DBD ada 60 orang terdiri dari 33 laki-laki dan 27 perempuan.

Menurutnya, banyaknya warga yang menderita DBD karena musim pancaroba dan masih minimnya pelaksanaan PSN di setiap wilayah. Untuk itu, dalam waktu dekat ada surat edaran dari pemkab untuk seluruh camat di Pati supaya lebih menggiatkan lagi program PSN. Sehingga semua desa harus PSN secara mandiri yang didampingi petugas.

BASMI NYAMUK DEWASA: Petugas melakukan fogging di salah satu daerah di Dukuhseti.

BASMI NYAMUK DEWASA: Petugas melakukan fogging di salah satu daerah di Dukuhseti. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

“Satu-satunya langkah yang paling efektif memang PSN dengan 3 M (menguras, menutup, dan mengubur). Ini supaya tidak ada air menggenang yang digunakan nyamuk berkembang biak. Langkah PSN sara paling efektif memutus rantai perkembangan nyamuk aedes aegypti,” jelasnya.

Selain langkah tersebut, pihaknya juga masih melakukan fogging di beberapa daerah. Fogging yang dijadwalkan Jauari hingga 10 Februari, diperpanjang hingga 16 Februari mendatang. Pihaknya menambahkan, saat ini sudah menerjunkan tim dan menyurai semua kecamatan.

Fogging untuk mengeliminasi nyamuk dewasa itu itu dilakukan sesuai prosedur yang dikeluarkan setiap puskesmas sesuai dengan kondisi wilayah yang akan difogging. Yakni Kasus yang dilaporkan warga kemudian dilakukan penelitian epidemologi, kalau ada titik fokus penulaan maka difogging. Selain itu, masyarakat bisa meminta obat abate gratis tinggal minta di puskesmas.

Meskipun mengalami kelonjakan, namun status penyakit tersebut masih waspada belum tergolong kejadian luar biasa (KLB). Dengan langkah-langkah yang sudah dilakukan, harapannya penyakit menular itu tak bertambah dan bisa ditekan. Pihaknya juga meminta warga lebih waspada menjaga lingkungan sekitar.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia