Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Bejat! Istri Lagi Hamil, Suami Nekat Perkosa Penjaga Pertamini

08 Februari 2019, 09: 12: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

TERLALU: Tersangka pemerkosaan saat memberikan keterangan dalam pers rilis di Mapolres Kudus kemarin.

TERLALU: Tersangka pemerkosaan saat memberikan keterangan dalam pers rilis di Mapolres Kudus kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Seorang warga Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus, M Irfani, 18, nekat memerkosa EW, 19, salah penjaga pertamini di Desa Sambung. Perbuatan bejat ini, dilakukan karena kurang mendapatkan jatah dari istrinya lantaran sedang hamil.

Kejadian tersebut, dilakukannya pada Kamis, 17 Januari lalu di area persawahan Desa Medini, Undaan. Dalam pers rilis yang dilaksanakan di Mapolres Kudus kemarin, Irfani mengaku, dorongan nafsu bejat tersebut, muncul ketika ia berteduh di tempat kerja korban. ”Saya hanya berteduh awalnya,” jelasnya.

Diceritakan, saat itu sekitar pukul 20.00. Akibat hujan deras, memaksa ia berteduh. Saat berada di sana, ia melihat korban sedang memakan bakso. Obrolan pun berlangsung. Mereka saling berkenalan.

Setelah bercakap cukup lama, ia menawarkan untuk mengantar pulang korban. Tawaran ini muncul ketika korban mengatakan sepupunya belum bisa menjemput karena sedang hujan deras. ”Lalu saya antar pulang,” ucapnya.

Di perjalanan, niat untuk memerkosa muncul. Tanpa menunggu lama, ia pun membelokkan kendaraannya ke arah sawah. Korban langsung dibawa ke tengah sawah dan dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya. ”Langsung saya turunkan celana korban,” jelasnya.

Korban sempat melawan dan meminta tolong, namun korban dicekik dan diancam akan dibunuh. Setelah menyalurkan hasratnya, korban lalu diantarkan pulang. Sepanjang perjalanan, korban masih tetap diancam. Bahkan, ia mengancam akan dibunuh jika membeberkan perbuatan bejatnya itu ke orang lain.

Karena perbuatannya itu, Irfan kini harus mendekam di penjara. Padahal, sang istri sedang hamil muda. Ia pun terancam tak bisa mendampingi persalinan istrinya. Ia menyesali perbuatannya. Dirinya pun berpesan kepada sang istri untuk tetap menjaga kesehatan serta kandungannya.

Dia mengatakan, apabila sang istri tak kuat menunggu ia keluar dari penjara, istrinya boleh mencari yang lain. ”Saya menyesal, sangat menyesal. Kalau (istri) mau cari (laki-laki) lain saya ikhlas. Asalkan lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Undaan AKP Anwar, mengatakan, penangkapan Irfan dilakukan keesokan harinya saat keluarga korban memanggilnya ke rumah. Ini berdasarkan laporan keluarga korban ke Polsek Undaan. Irfan akan dijerat dengan Pasal 285 tentang Kekerasan atau Ancaman Kekerasan terhadap Perempuan yang Bukan Istrinya. ”Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” imbuhnya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia