Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Digelontor Rp 215 Miliar, Kali Gelis Bakal Disulap Jadi River Tourism

08 Februari 2019, 08: 39: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

WISATA AIR KALI GELIS: Aliran Sungai Gelis ini akan mendapatkan gelontoran dana miliaran rupiah untuk pengembangan wisata air di Kabupaten Kudus.

WISATA AIR KALI GELIS: Aliran Sungai Gelis ini akan mendapatkan gelontoran dana miliaran rupiah untuk pengembangan wisata air di Kabupaten Kudus. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Di tahun pertama memimpin, Bupati Kudus Muhammad Tamzil mulai gamblang membeberkan perencanaan pembangunan di Kota Kretek. Salah satunya, pembangunan kawasan wisata kota.

Selain sport tourism yang akan di bangun di lokasi sekitar Bedung Logung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus juga akan membangun river tourism. Dalam mewujudkan hal ini, Tamzil menyiapkan dana hingga Rp 215 miliar. Dana itu akan disonggek dari APBN untuk menyulap Kali Gelis menjadi tempat wisata menarik. ”Gambaran saya nanti seperti wisata Cikapundung di Jawa Barat,” kata Tamzil.

Terkait detail enginering design (DED) dia akan mempercayakan kepada konsultan perencana yang biasa digunakan dalam membuat sebuah perencanaan gambar kerja detail bangunan sipil. Seperti gedung, kolam renang, jalan, jembatan, bendungan, dan pekerjaan konstruksi lain. ”Sebenarnya pada tahun 2015 lalu DED-nya sudah ada. Kami tinggal pakai,” jelasnya.

(DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Terkait detail pengerjaan, kawasan river tourism akan dimulai dari Jembatan Panjang dan akan berakhir di Jembatan Tanggulangin. Bendung kembang-kempis akan disiapkan untuk menampung air serta bisa juga digunakan untuk irigrasi pertanian. ”Normalisasi serbaguna intinya,” tambah Tamzil.

Beberapa panggung atau sudut hiburan juga akan disediakan untuk melengkapi fasilitas, agar masyarakat bisa menikmati suasana di tepi Kali Gelis. Penataan Kali Gelis sebagai kawasan wisata kota merupakan langkah lanjutan terkait normalisasi sungai yang membentang di Kota Kudus.

Dia menyatakan, pengerjaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Proposal kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Basuki Hadimuljono sudah diajukan beberapa waktu lalu. ”Kemarin waktu Pak Basuki berkunjung (di Pendapa Kudus) proposal sudah langsung dibawa (oleh Menteri PUPR),” katanya.

Selain membahas rancangan normalisasi Sungai Gelis, Tamzil pun mengusulkan normalisasi beberapa sungai di Kudus. Seperti Serang Welahan Drainage (SWD) I dan SWD II serta Jaringan Undaan (JU) I, JU II, hingga Sungai Wulan.

Normalisasi disebutnya menjadi cara efektif untuk mengatasi banjir yang sering mengepung Kabupaten Kudus di saat musim hujan. ”Normalisasi sungai di Kabupaten Kudus sangat perlu,” tegasnya.

(ks/daf/mal/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia