Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Pedagang Tempati Kios Anyar, Tarif Retribusi Dinaikkan

07 Februari 2019, 13: 45: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

MULAI DITEMPATI: Terminal Sleko yang rampung dibangun akhir 2018 lalu kini ditempati para pedagang.

MULAI DITEMPATI: Terminal Sleko yang rampung dibangun akhir 2018 lalu kini ditempati para pedagang. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Kios baru di terminal Kembangjoyo atau Terminal Sleko Pati mulai di tempati para pedagang. Penempatan kios baru tersebut, disertai dengan kenaikan retribusi, seusai dengan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 10 Tahun 2018.

Kepala Terminal Kembangjoyo Parjo mengaku, semua pedagang telah menempati kios dan loket. yang baru direhab. Sementara itu tarif retribusi mulai 2019 ini mengacu pada Perda Pati Nomor 10/Tahun 2018. Sehingga harga 1 meter kios Rp 7.500 per bulan. Setelah ada rehab kios kini ukurannya diseragamkan 2,8x3 meter.

“Tarif retribusi kios berbeda dengan tahun sebelumnya karena mengaku pada Perda 11/2011 yakni harga 1 meter kios Rp 5 ribu per bulan menyesuaikan besar kios. Sebelum direhab, ukuran kios berbeda-beda ada kios besar dan kecil. Kini sudah diseragamkan dan tarif dinaikkan mengacu perda,” tuturnya.

Menurutnya, dengan kenaikan harga kios sudah relevan dengan kondisi saat ini. Dengan kenaikan tarif retribusi, harapannya bisa memenuhi target PAD terminal yang hampir setiap tahun ditingkatkan. Target PAD terminal 2018 lalu Rp 234 juta dan target PAD 2019 ini dinaikkan. lagi.

“Harga kios 2011 kalau diterapkan 2018 ini memang sudah tidak relevan. Jadi dengan adanya perda baru dan tarif dinaikkan, sudah relevan dengan kondisi saat ini,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Parjo menambahkan rehab kios 2018 lalu membangun 36 kios dan 28 loket tiket bus yang sudah MoU dengan pemerintah. Revitalisasi kios yang membentuk bangunan L itu dianggarkan sekitar Rp 900 juta. Untuk penyempurnaan fasilitas lainnya menunggu anggaran berikutnya.

“Kemungkinan untuk penyempurnaan fasilitas lainnya akan dilanjutkan 2020 mendatang, karena 2019 nanti tidak ada anggaran penyempurnaan kios,” lanjut Parjo.

(ks/put/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia