Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Sportainment

Performa Belum Menjanjikan, Persiku Jr Bongkar Pasang Lini Belakang

07 Februari 2019, 08: 50: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI ARAHAN: Pelatih bek Arizal Wahyu tampak serius memberikan instruksi kepada dua bek tengah Persiku junior saat menghadapi Persije Jekulo beberapa waktu lalu.

BERI ARAHAN: Pelatih bek Arizal Wahyu tampak serius memberikan instruksi kepada dua bek tengah Persiku junior saat menghadapi Persije Jekulo beberapa waktu lalu. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Lini belakang Persiku junior masih clean sheet dari dua uji coba yang telah dijalani. Meski begitu, nada ketidakpuasan masih tampak dari raut wajah pelatih bek Arizal Wahyu. Performa anak asuhnya belum tertata jelas.

Tidak tertatanya performa anak asuhnya terlihat dari performa yang masih belum memenuhi kriteria sebagai seorang bek. Namun tidak dipungkiri pula, ada pos tertentu yang sudah dirasa klop. Pos tersebut adalah bek tengah. Yang akan diisi oleh Titan dan Aldi. Sementara untuk bek kanan dan bek kiri masih belum berpenghuni.

Hal tersebut diamini oleh asisten pelatih Arizal Wahyu yang memang menangani pemain belakang. ”Untuk wing back kanan dan wing back kiri belum bisa memberikan performa terbaik. Belum pakem. Masih bongkar pasang,” terangnya.

Saat ini Persiku junior diisi delapan pemain belakang. Yakni Titan (center back), Aldi (center back), Dafa (center back), Bangga (center back), Mote (center back), Raka (wing back kanan), Riska (wing back kiri). ”Satunya saya lupa,” ujar Arizal.

Rencananya, skuat persiku junior akan diisi oleh delapan pemain belakang. Namun untuk saat ini masih berlaku degradasi pemain. Setelah terbentuk tim, delapan bek itu nantinya terdiri dari empat bek tengah, dua bek kanan dan dua bek kiri. ”Sebenarnya bek kanan ada, hanya saja masih riskan. Kalau bek kiri benar-benar kosong,” sambungnya.

Soal apa yang masih perlu dibenahi, yakni soal ketahanan dalam bertahan, kemudian soal transisi dari menyerang ke bertahan yang belum maksimal. Selain itu beberapa aspek seperti build up dan man to man marking yang masih belum optimal.

Performa anak asuhnya dirasa masih jauh dari harapan. ”Performa anak-anak masih 30 persen. Seharusnya untuk junior seperti mereka harus siap 60 persen untuk berkompetisi,” pungkasnya.

Arizal juga memaparkan, seorang pemain belakang harus memiliki ketenangan, memiliki fisik 50:50 yang artinya bagus dalam menyerang dan bertahan. ”Nanti setelah tahu jadwal kompetisi akan kami genjot terus ketahanan, fisik, dan duel bola atasnya,” imbuhnya. (vga)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia