Minggu, 24 Feb 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Bongkar Sindikat Pemalsuan Dokumen, Polres Kudus Tangkap Enam Orang

02 Februari 2019, 11: 01: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

DISITA: Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku.

DISITA: Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku. (POLRES KUDUS FOR RADAR KUDUS)

JEKULO – Satreskrim Polres Kudus berhasil membongkar sindikat pemalsuan dokumen. Dokumen yang dipalsukan berupa kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Enam orang yang terlibat dalam masing-masing berinisial MJ (45), SJ (43), BM (35), JN (37), KS (54) dan AR (48). Mereka ditangkap di tempat berbeda-beda.

Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto menjelaskan, aksi sindikat ini terbongkar setelah Tim Opsnal Reskrim Polres Kudus mendapatkan informasi dari masyarakat. Dimana salah satu pelaku BM menerima jasa pembuatan STNK palsu. Berdasarkan laporan ini, tim langsung melakukan penelusuran.

”Pertama kami menangkap BM dirumahnya,” ujar Rismanto.

Berdasarkan penangkapan dan interograsi kepada BM, pihaknya akhirnya berhasil mendapatkan sejumlah nama. Ini yang menjadi awal pengembangan kasus ini. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, tim berhasil menangkap tersangka lain berinisial SJ.

Menurut penuturannya, SJ ini bertindak sebagai penjual STNK palsu. Tak lama berselang, MJ yang menjadi pelaku utama pembuatan dokumen palsu ini juga diringkus. Menyusul kemudian tiga pelaku lain yang bertindak sebagai pemesan dokumen, JN, KS, dan AR.

”BM dan SJ berperan sebagai orang yang mencari pembeli atau pemesan, setelah ada calon pemesan kemudian diserahkan kepada MJ untuk di cetak,” tuturnya.

Tak hanya enam pelaku yang diamankan petugas. Dari hasil penggeledahan di rumah MJ, seperangkat komputer beserta printer, scanner dan dua buah STNK yang diduga palsu serta bahan-bahan untuk membuat dokumen palsu antara lain juga turut diamankan petugas.  

”Ada BPKB, sertifikat tanah, kartu NPWP, KK, buku nikah, akta cerai, KTP, SIUP, dan sebagainya” imbuhnya.

Hingga sekarang Tim Opsnal masih terus melakukan pengembangan penyelidikan atas kasus ini. Atas perbuatannya, enam pelaku yang sekarang berada di Polres Kudus itu dijerat Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan. Ancamannya hukuman penjara selama enam tahun.

”Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli kendaraan bermotor. Silakan dicek ke pihak yang berwenang untuk mengkroscek keaslian dokumen kendaraan,” pesannya.

(ks/daf/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia