Rabu, 16 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Hujan Intensitas Tinggi, Jalan Nasional Tergenang Setengah Meter

30 Januari 2019, 14: 43: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

BAHAYA: Pengguna jalan menerobos genangan air yang diakibatkan drainase dan kondisi jalan yang rusak di jalan nasional ruas Kabupaten Jepara kemarin.

BAHAYA: Pengguna jalan menerobos genangan air yang diakibatkan drainase dan kondisi jalan yang rusak di jalan nasional ruas Kabupaten Jepara kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Kondisi jalan Kota Ukir di beberapa titik setiap turun hujan mengalami genangan. Hal ini terlihat usai hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi karena drainase jalan terutama jalur nasional yang buruk. Genangan mulai 20 sentimeter hingg 40 sentimeter.

Mulai dari selatan, jalan depan SMAN 1 Welahan selalu tergenang air. Air datang dari arah timur ruas jalan mengalir ke barat. Tinggi air sekitar 20 sentimeter. Setiap ada kendaraan yang berpapasan, pengguna sepeda motor terkena percikan air dari kendaraan besar yang berlawanan arah.

Kemudian genangan tinggi juga terjadi di Jalan Gotri Welahan. Setiap turun hujan, air yang seharusnya mengalir melalui saluran drainase meluap melewati badan jalan. Akibatnya genangan setinggi 35 sentimeter tidak dapat dihindari. Padahal di jalan tersebut baru dibuatkan drainase tahun kemarin. Namun drainase posisinya lebih tinggi dari jalan. Sehingga aliran air mengalir ke jalan bukan ke drainase. Bahkan beberapa teras rumah warga terkena dampaknya.

Air kembali menggenang ketika Jawa Pos Radar Kudus melewati Jalan Jepara -  Kudus tepatnya di jembatan Ngabul. Genangan mencapai 30 sentimeter. Hal ini dikarenakan air mengalir dari dua turunan sekaligus. Air tersebut tidak dapat mengalir melalui saluran drainase. Beberapa lubang juga tampak di sekitar jembatan.

Tepatnya di depan SPBU Senenan atau barat RSUD RA Kartini. Genangan mencapai 30 sentimeter. Panjang jalan yang tergenang sekitar seratus meter. Selain itu kondisi yang sama juga terjadi di jalan barat lapangan Tahunan. Genangan diperparah dengan adanya lubang di sejumlah titik. Lubang sebelumnya telah ditambal. Namun muncul lubang-lubang baru.

“Meskipun hanya genangan, tapi membahayakan. Misalnya saya menghibdari genangan di tepi jalan. Saya harus lebih ke tengah. Dari arah berlawanan, ada mobil juga menghindari genangan. Saya yang ngalah. Malah kena percikan air dari mobil yang lewat,” kata salah satu pengendara motor, Edi, 36.

Terkait kondisi genangan tersebut, jalan nasional Semarang-Demak-Jepara, Benny Christiawan, mengatakan pihaknya baru akan melaksanakan program pembangunan  di jalan nasional ruas Jepara akhir Februari mendatang. Karena menunggu cuaca membaik. Selain itu juga awal kontrak dimulai pada akhir bulan Februari.

“Selain Jepara juga ada jalur pantura. Nannti akan kami tata ulang jadwal perbaikan jalannya,” katanya.

Sementara itu terkait pembangunan di jalan Jepara akan ada penambalan lubang di ruas Margoyoso, Pecangaan, dan jalan dr. Wahidin. Sedangkan drainase hanya di Margoyoso. “Tahun lalu jalan Soekarno Hatta sempat tergenang. Tahun ini agak berkurang karena lapisan bagian sisi kanan dan kiri kami tambal. Begitu juga dengan titik yang lain,” ujarnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia