Senin, 16 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Sungai Batukali Meluap, Ratusan Hektare Sawah Terendam Banjir

30 Januari 2019, 14: 35: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

BERMAIN: Anak-anak bermain air genangan banjir di sekitar persawahan dan pemukiman warga Desa Batukali, Kalinyamatan kemarin.

BERMAIN: Anak-anak bermain air genangan banjir di sekitar persawahan dan pemukiman warga Desa Batukali, Kalinyamatan kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

KALINYAMATAN - Ratusan hektare sawah milik warga di Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, terendam banjir kemarin. Air juga masuk ke pemukiman warga. Hal ini diakibatkan luapan air sungai Batukali yang mengalami peningkatan debit air dari Pecangaan, Welahan, dan Margoyoso beberapa hari terakhir.

Setidaknya ada lima rumah warga yang sempat kemasukan air. Demikian mereka tetap tak mau ngungsi. Sedangkan sawah yang menjadi mata  pencaharian utama masyarakat tidak dapat dimanfaatkan. Sehingga terancam gagal panen. Air mulai meluap sejak Minggu (27/1)  lalu. Namun memasuki pemukiman pada Senin (28/1). Puncaknya pada malam harinya hingga kemarin. Air masuk ke beberapa rumah warga.

“Kalau rumah bagian depan cuma sampai depan teras. Air yang masuk di bagian dapur. Subuh mulai surut. Tapi genangan masih ada di jalan dan halaman,” kata warga RT 1 RW 4, Desa Batukali, Kalinyamatan, Parsilah, 50.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, kemarin siang air mulai surut. Hanya menggenangi jalan dan halaman rumah warga. Ketinggian air anatar 20 sentimeter hingga 40 sentimeter. Sedangkan sawah yang mengelilingi wilayah desa setempat terendam.

Banjir di Desa Batukali, tidak hanya terjadi kali ini saja. Tahun sebelumnya, (2018), banjir juga merendam sawah dan pemukiaman warga. JIka potensi hujan masih akan terus turun beberapa hari ke depan. Dikhawatirkan potensi bencana banjir juga akan semakin meluas.

Kepala Desa Batukali Ahmad Arifin mengatakan, luapan sungai diakibatkan saluran sifon yang tidak lagi berfungsi. Pasalnya terjadi sedimentasi mencapai 2,5 meter. Awalnya sifon memiliki kedalaman tiga meter. “Saat ini tinggal setengah meter. Sedimentasi tersebut diperkirakan terus menebal jika tidak segera dinormalisasi,” katanya.

Sifon tersebut memiliki panjang 300 meter. Memanjang melewati aliran bawah Sungai Welahan Drainase (SWD) II. Terdapat satu terowongan sifon yang dilengkapi dua pintu. Lebar terowongan sekitar empat meter. Pintu sifon tersebut berada di area sungai Batukali. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga. Dipisahkan oleh area persawahan. Sedangkan ujung pintu sifon berada di wilayah sungai Desa Dorang.

Saluran yang dibangun sekitar tahun 1982 ini befungsi untuk mengalirkan air sungai Batukali ke sungai Gerdu. Aliran air tersebut melewati SWD II tanpa menambah debit air. Hal ini dikarenakan saluran sifon terpisah dengan aliran SWD II. Hanya konstruksinya membentang di bawah aliran sungai. Antara sungai Batukali dan SWD II ini posisinya sejajar.

“Sudah kami usulkan untuk normalisasi tapi tidak pernah terealisasi. Kami mohon dengan sangat Pemkab Jepara bisa mendorong proposal yang kami ajukan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jratun Seluna. Kalau saja sifon boleh diperbaiki desa, kami siap menganggarkan dari Dana Desa. Hanya saja itu bukan wewenang kami,” ungkap Arifin kepada Jawa Pos Radar Kudus.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia