Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Kucurkan Rp 2,1 Miliar, Pemkab Sulap Eks Terminal Jadi Pusat Kuliner

28 Januari 2019, 13: 03: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

BAKAL BERTAMBAH: Pemkab Grobogan kembali merencanakan pembangunan pusat kuliner di bekas terminal lama di Jalan Brigjen Katamso.

BAKAL BERTAMBAH: Pemkab Grobogan kembali merencanakan pembangunan pusat kuliner di bekas terminal lama di Jalan Brigjen Katamso. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan masih terus melakukan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan pusat kuliner. Dana miliaran rupiah sudah disiapkan untuk membuat wajah Kota Swieke semakin rapi dan indah.

Kabid Perdagangan Disperindag Grobogan Sri Rahayu mengatakan, tahun ini akan ada pendirian pusat kuliner di eks terminal lama tepatnya di Jalan Brigjen Katamso. Pendiriannya menggunakan APBD senilai Rp 2,1 miliar. Dana tersebut untuk membuat 28 los terbuka, toilet, parkir, wastafel, etalase, foodcourt, hingga musala.

Selain pendirian baru, pusat kuliner yang lebih dulu berdiri di eks stasiun di Jalan Banyuono juga akan mendapatkan sarana tambahan. Dana sekitar Rp 615 juta disiapkan untuk membuat musala, panggung hiburan, foodcuourt, pusat oleh-oleh, dan tempat bermain anak.

Selain itu, taman hutan kota yang ada di Jalan Gajah Mada juga akan dilakukan pemeliharaan dan penataan ulang. Shelter PKL di hutan kota tersebut akan dicat ulang. Kemudian diberi papan nama dan paving di sekitarnya diperbaiki. Anggaran Rp 140 juta sudah disiapkan untuk penataan ulang hutan kota itu.

”Tahun ini mulai dikerjakan. Harapannya taman hutan kota terlihat lebih indah dan ramai pengunjung,” ungkapnya.

Tak hanya itu, adanya hutan kota mampu menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Grobogan. Tahun ini juga akan ada pembuatan hutan kota baru di Nglejok, Kecamatan Purwodadi.

Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Wiwik Kuncoroningkrum menjelaskan, Detail Engineering Design (DED) pembuatan hutan kota tersebut sudah dibuat dengan anggaran Rp 50 juta.

Luas lahan untuk RTH tersebut sekitar dua hektare. Namun, lokasinya memang susah dijangkau. Karena tak berada di pinggir jalan utama. ”Tempatnya agak masuk ke dalam, sehingga harus buat jalan untuk akses masuk. Ini masih dicarikan akses masuk, sehingga harapannya banyak masyarakat yang tertarik mampir ke sana,” ungkapnya.

(ks/int/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia