Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Februari, Bendungan Logung Sudah Bisa untuk Irigasi

22 Januari 2019, 08: 31: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

BELUM PENUH: Elevasi air Bendungan Logung belum mencapai puncaknya saat dipantau kemarin.

BELUM PENUH: Elevasi air Bendungan Logung belum mencapai puncaknya saat dipantau kemarin. (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Level elevasi air Bendungan Logung masih belum mencapai puncaknya. Meski saat ini sudah sering turun hujan.

Petugas Safty Officer Bendungan Logung Guntur Prayogo, mengungkapkan, saat ini elevasi air di bendungan Logung sudah 72.046 meter. Sedangkan untuk memenuhi syarat puncak elevasi air harus bisa mencapai 88.05 meter. ”Jika air belum mencapai ketinggian puncak elevasi, maka belum bisa mengairi persawahan warga,” ungkapnya.

Meskipun kondisi sepekan curah hujan tinggi, hal itu belum mampu menjadikan bendung yang terletak di Desa Tanjung Rejo, Jekulo, dan Desa Kandangmas, Dawe, ini, mencapai puncak elevasi. ”Namun tiga hari ini ada peningkatan elevasi. Pada waktu tersebut, debit air naik mencapai 2,8 meter. Hal tersebut merupakan proses yang sangat cepat,” terangnya.

Agung mengungkapkan, level puncak elevasi air diprediksi bisa limpas pada Febuari mendatang. Melihat curah hujan yang tinggi bisa cepat mencapai tingkat elevasi normal 88.05. Ketika air berhasil limpas, turut didukung pula kerja sama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kudus untuk sudah menyiapkan saluran irigasi.

”Jika saluran irigasi belum tergarap dengan baik, maka percuma air limpas. Karena warga tak bisa menikmati limpasan air Bendungan Logung,” ujarnya.

Selain bermanfaat dari segi irigasi, Bendungan Logung juga mampu memenuhi kebutuhan air baku PDAM sebesar 200 liter per detik di daerah perkotaan serta menjangkau pedesaan di Kudus. Manfaat juga bisa dirasakan sebagai pengendali banjir dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebesar 0,5 megawatt. (gal)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia