Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Baliho Dirusak, Demokrat Lapor ke Bawaslu

12 Januari 2019, 09: 00: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

PERUSAKAN APK: Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto menunjukkan balihonya yang rusak, diduga dilakukan dengan sengaja oleh orang yang tak dikenal.

PERUSAKAN APK: Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto menunjukkan balihonya yang rusak, diduga dilakukan dengan sengaja oleh orang yang tak dikenal. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

MARGOREJO – DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati secara resmi melaporkan dugaan pengrusakan alat peraga kampanye miliknya kepada Bawaslu, yang dipasang di Jalan Pati – Tayu turut Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso. Pelaporan dilakukan Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto beserta pengurus dan sejumlah caleg pagi kemarin.

Seperti diketahui, alat peraga kampanye milik Partai Demokrat tersebut berupa baliho berukuran 3x4 meter, dengan gambar caleg DPR RI, DPRD Jawa Tengah, dan para caleg DPRD Kabupaten Pati dapil 2.

Baliho tersebut dipasang pada Rabu (9/1) lalu pukul 21.00, paginya baliho ditemukan sudah ambruk dan rusak. Joni menyebut, kerusakan di balihonya itu seperti disengaja. Robeknya terdapat pada gambar muka beberapa caleg.

”Kerusakan ini seperti disengaja. Dan sangat jelas ini dirusak. Makanya saya melaporkan kejadian ini kepada yang berwenang,” papar Joni Kurnianto kepada Jawa Pos Radar Kudus usai menyerahkan laporannya kepada Bawaslu Pati.

Intinya, lanjut Joni, pihaknya melaporkan kejadian tersebut, karena memang ada indikasi sengaja dirusak. Selain itu para calegnya juga dilindungi hukum. ”Ada aturannya. Ini sebagai pelajaran agar jangan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan. Namun untuk kecurigaan siapa pelakunya kami tidak ada. Yang jelas ini disengaja, dan tentunya melanggar aturan seperti yang tertuang dalam undang-undang nomor 11 tahun 2017 tentang pemilu. Dan kami berharap supaya laporan ini dapat secepatnya ditindak lanjuti oleh Bawaslu,” papar pria yang juga Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati ini.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Ahmadi mengaku siap menindaklanjuti temuan dari Partai Demokrat tersebut. Menurutnya, sesuai dengan undang-undang pemilu, pengrusakan alat peraga kampanye merupakan tindak pidana pemilu.

”Sementara ini Partai Demokrat baru menyampaikan informasi awal dugaan pelanggaran pemilu. Kami belum bisa meregister laporan tersebut. Sebab, syarat pelaporannya masih ada yang belum terpenuhi,” kata Ahmadi.

Beberapa persyaratan sudah dipenuhi, diantaranya pelapor, kronologinya, barang bukti, dan saksi-saksi. Namun masih ada yang belum dilengkapi. Yaitu terlapornya. ”Untuk bisa diregister laporan tersebut, harus ada terlapor. Namun saat ini belum ada. Kami akan melakukan investigasi, melibatkan sentra Gakkumdu. Di dalamnya ada unsur kepolisian dan kejaksaan. Nanti akan kami tindaklanjuti temuan itu dalam bentuk investigasi. Kami malah berterima kasih, ada partai yang memberikan laporan atau informasi ini,” papar Ahmadi.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia