Rabu, 17 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Nggak Nyangka, Oknum Polisi Ganteng Ini Ternyata Pemakai Sabu

12 Januari 2019, 00: 33: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

MENGAKU BERSALAH: Budi Setyawan saat diperiksa Sat Narkoba kemarin karena menggunakan sabu.

MENGAKU BERSALAH: Budi Setyawan saat diperiksa Sat Narkoba kemarin karena menggunakan sabu. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA – Oknum polisi yang digerebek mengonsumsi sabu-sabu bernama Budi Setyawan ditetapkan sebagai pengguna narkoba. Bukan penjual.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan memastian jika Budi Setyawan bukanlah kurir ataupun pengedar. Sebab dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui beberapa kali menggunakan narkoba. Untuk mendapatkan barang haram itu dilakukan patungan. Seperti sabu yang diamankan minggu lalu seharga Rp 300 ribu.

Diberitakan sebelumnya, Budi Wibowo, Suisman, dan Budi Setyawan digerebek polisi di Jalan Halmahera, Kelurahan Jetis, Blora. Budi Setyawan bertugas di Polsek Kecamatan Tunjungan.

Budi ditangkap setelah mendapatkan informasi masyarakat. Bahwa akan ada transaksi narkoba pada pukul 19.00 di Beran. Yaitu Suisman warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Tunjungan dan Budi Wibowo warga Dukuh Kalangan, Kecamatan Tunjungan.

Atas informasi itu, petugas melakukan penyelidikan. Pada pukul 22.45 di Jalan Halmaheran berhasil mengamankan dua orang tersebut. Setelah petugas melakukan penggeledahan dan menemukan 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,12 gram. Barang haram tersebut diambil dari rumah Budi. “Saat itu kami belum tahu kalau oknum polisi itu terlibat,” jelasnya.

Setelah pengembangan dari hasil penangkapan kedua tersangka tersebut, keesokan harinya (7/1) Sat Narkoba mendatangi rumah oknum polisi. Sesuai informasi yang didapat kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan rumah Budi. Alat bong ditemukan. “Ketiganya semua positif mengunakan narkoba. Mereka sering mengunakan sabu di tempat servis barang elektronok milik Budi Wibowo,” terangnya.

Ketiganya patungan Rp 100 ribuan. Mereka ingin menggunakan bersama di tempat servis milik Wibowo.

Dia menegaskan oknum polisi bukan termasuk dalam jaringan. Adapun barang haram yang digunakan oknum itu didapat dari memesan orang melalui nomor handphone dan dikirim ke salah satu alamat. Dan saat itu yang memesan adalah Budi Setyawan yang tujuannya digunakan secara bersamaaan.

“Barang haram ini digunakan untuk menghilangkan nyeri di kepalanya. Sebab, beberapa tahun lalu dirinya pernah mengalami kecelakaan serius di bagian dagu,” imbuhnya.

Budi Setyawan mengaku, menggunakan sabu ini untuk menghilangkan rasa sakit di dagunya. Sebab, paska dia mengalami luka parah di dagu, sering kali rasa nyeri itu muncul. “Barang itu saya dapat dari pesan melalui nomor telepon,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini oknum polisi itu mendekam di tahanan Sat Narkoba Polres Blora. Selain itu pelaku juga akan dikenakan sanksi lantaran dinilai melanggar kode etik Polri.

(ks/sub/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia