Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Features
Imam Handoko, Wasit Berlisensi C1 Asal Kudus

Hentikan Pertandingan saat Azan Berkumandang

12 Januari 2019, 00: 19: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

PIMPIN LAGA: Imam Handoko saat sedang memimpin pertandingan Divisi I U-23 Bupati Cup 2018 di Stadion Wergu Wetan, Kudus beberapa waktu lalu.

PIMPIN LAGA: Imam Handoko saat sedang memimpin pertandingan Divisi I U-23 Bupati Cup 2018 di Stadion Wergu Wetan, Kudus beberapa waktu lalu. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Keputusan Imam Handoko, wasit sepak bola asal Kudus saat meminpin laga sepak bola terbilang berani. Jarang dilakukan oleh pengadil pertandingan di Indonesia. Bukan terkait menghukum pemain yang melanggar, namun berani menghentikan pertandingan saat azan berkumandang.

Vega Ma’arijil Ula, Kudus

ADA hal menarik saat pertandingan sepak bola Divisi I U-23 Bupati Cup 2018 yang digelar di Stadion Wergu Wetan baru-baru ini. Terutama saat laga dipimpin wasit Imam Handoko.

Imam Handoko

Imam Handoko (VEGA MA’ARIJIL/RADAR KUDUS)

Saat dia menjadi wasit, berbeda dengan dengan laga lain. Saat azan Ashar berkumandang, pertandingan dihentikan sejenak. Di antaranya saat laga Persig Gribig versus Bokama Jaya Getas Pejaten pada 14-12-2018 lalu.

Saat menghentikan laga Persig versus Bokama Jaya untuk menghargai panggilan salat Ashar, dia sempat kena tegur pihak pengawas pertandingan (PP). Namun, ia tetap bersikukuh untuk menunggu azan selesai baru melanjutkan pertandingan.

Saat ditanya Jawa Pos Radar Kudus tentang alasannya menghentikan laga itu, tidak ada tendensi apa-apa. Ingin menghargai panggilan alat Ashar tersebut. ”Saya terinspirasi saat melihat pertandingan Liga Arab di media sosial. Saat ada azan wasit menghentikan pertandingan,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, di Indonesia ataupun di Kudus memang belum ada regulasi terkait hal itu. Namun, hatinya terpanggil untuk melakukan hal tersebut. ”Apa yang saya lakukan sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan panpel (panitia penyelenggara), wasit cadangan, asisten wasit, dan kedua tim yang bertanding,” jelasnya.

Soal durasi pertandingan saat azan berkumandang, dia mengatakan, telah mematikan menitan saat azan berkumandang. ”Saya hidupkan kembali (menitan) saat azan sudah selesai dan melanjutkan pertandingan,” tandasnya.

Namun, untuk pertandingan dengan level asosiasi provinsi (asprov) dan level nasional, dirinya mengakui tidak pernah menghentikan laga saat azan berkumandang. ”Soal menghentikan laga saat azan berkumandang lebih ke situasional saja. Tapi, saya berharap hal seperti itu juga bisa dilakukan di daerah lain,” terangnya.

Selain itu, di dua pertandingan lain pada Divisi I U-23 Bupati Cup 2018 dirinya memilih Salat Ashar terlebih dulu. Meski pertandingan kurang beberapa menit harus dimulai. Saat itu posisinya menjadi wasit cadangan saat laga Putra Jaya Tanjungkarang versus Persirangga pada 26 Desember 2016 dan Persilo Loram Kulon kontra Putra Jaya pada 2 Januari 2019 lalu.

Sementara ditanya mengenai pengalaman lain saat menjadi pemimpin pertandingan, tak dipungkiri, Handoko pernah merasakan suka dan duka. Pemilik lisensi C1 Nasional ini, mengaku senang apabila laga berjalan lancar dan kondusif. Sementara untuk dukanya, terkadang dia mendapatkan cacian dari tim yang kalah dan sorakan penonton.

Ke depan, pria yang berdomisili di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kudus, ini, konsisten menjadi wasit yang menegakkan aturan sesuai peraturan permainan (law of the game) secara netral, jujur, dan adil saat memimpin pertandingan.

”Saya berharap suporter menerima apa keputusan wasit dan tidak menyalahkan keputusan-keputusan wasit,” harapnya.

Ditanya pilihannya menjadi pengadil pertandingan, Handoko mengaku, lantaran ingin memajukan sepak bola di Kudus maupun di tingkat nasional.

Dirinya memulai karir sebagai wasit sejak 2010 lalu. Hingga saat ini, beberapa pertandingan pernah dipimpinnya. Di antaranya Liga 3 asosiasi provisi (asprov). Terbaru, dirinya memimpin laga final Divisi I U-23 Bupati Cup 2018. Saat itu, Bupati M Tamzil turut hadir untuk menyaksikan laga.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia