Minggu, 24 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Asyiknya! Sahabat Lestari Ajari Ibu-Ibu Sulam Jahit

11 Januari 2019, 00: 23: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTUSIAS: Puluhan ibu-ibu praktik sulam jahit pada acara pemberdayaan perempuan yang digelar Sahabat Lestari di Desa Pecangaan Kulon, Pecangaan, belum lama ini.

ANTUSIAS: Puluhan ibu-ibu praktik sulam jahit pada acara pemberdayaan perempuan yang digelar Sahabat Lestari di Desa Pecangaan Kulon, Pecangaan, belum lama ini. (SAHABAT LESTARI FOR RADAR KUDUS)

JEPARA  - Puluhan ibu-ibu di Desa Pecangaan Kulon, Pecangaan, dilatih jahit sulam oleh Komunitas Sahabat Lestari belum lama ini. Kegiatan ini diberikan untuk mengisi waktu luang ibu rumah tangga, agar punya aktivitas di sela-sela mengurus rumah tangga.

Selain itu, dengan pelatihan sulam diharapkan nantinya muncul ibu rumah tangga mandiri yang mampu menghasilkan produk kerajinan bermutu. Dari produk kerajinan ini nantinya bisa dipasarkan. Sehingga mampu mendukung perekonomian keluarga.

Pembina Komunitas Sahabat Lestari, Lestari Moerdijat mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pemberdayaan perempuan. ”Jadi para perempuan kami bekali dengan berbagai keterampilan. Sehingga bisa mandiri. Selain kegiatan jahit sulam, ada beberapa kegiatan lain. Seperti pelatihan make up dan berjijab,” kata perempuan yang sering disapa Mbak Rerie ini.

Kegiatan pelatihan jahit sulam ini digelar tiga kali setiap pekannya. Pelatihan dilakukan secara berpindah-pindah di desa-desa di Jepara. Menghadirkan pelatih profesional. Seperti dalam pelatihan di Desa Pecangaan Kulon, didatangkan Nur Hidayat bersama istrinya Nisa. Ia merupakan tutor dan inisiator dalam program yang disebut ‘Wanita Lestari’ tersebut.

Mbak Rerie menambahkan, kegiatan ini untuk menumbuhkan perekonomian di kalangan ibu-ibu. Sahabat Lestari menggelar pelatihan jahit sulam dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. “Dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat. Saya tidak ingin hanya sekadar kumpul. Tapi harus ada kegiatan yang bermanfaat. Apa pun kegiatannya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Nur Hidayat menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan sepekan dua atau tiga kali. Dengan mengambil tempat berpindah-pindah lokasi, desa, dan kecamatan. "Ibu-ibu terlihat sangat memperhatikan dan mempraktekkan apa yang kita berikan dalam teori. Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat dan bisa menumbuhkan perekonomian keluarga," ujarnya.

(ks/zen/war/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia