Rabu, 26 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Penuhi Janji, Belasan Ribu Guru non-PNS Akhirnya Terima Tunjangan

10 Januari 2019, 23: 39: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

TRANSFERAN PERDANA: Bupati Kudus M Tamzil (dua dari kiri) dan Wabup Kudus Hartopo (kiri) mendampingi guru non-PNS yang mengecek rekening tunjangan Rp 1 juta.

TRANSFERAN PERDANA: Bupati Kudus M Tamzil (dua dari kiri) dan Wabup Kudus Hartopo (kiri) mendampingi guru non-PNS yang mengecek rekening tunjangan Rp 1 juta. (Donny radar kudus)

Share this      

KUDUS - Guru non-pegawai negeri sipil (PNS) merasa lega. Sebab, telah resmi menerima dana hibah per orang Rp 1 juta per bulan. Bertempat di Pendapa Kabupaten Kudus baru-baru ini, Bupati M Tamzil beserta Wakil Bupati Hartopo menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan guru yang menerima dana tersebut kemarin.

Salah satu penerima tunjangan Hariyanti, guru TPQ Darul Furqon, Jekulo, Kudus, mengaku sangat gembira ada tunjangan per bulan Rp 1 juta ini. Dia berharap, dengan adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus seperti ini, lebih semangat untuk menjadi guru.

”Saya bersyukur sekali, kalau mengajar dengan hati ikhlas, maka akan ada jalan yang terbaik. Dan, inilah buktinya. Saya sudah belasan tahun menjadi guru TPQ. Dari per bulan menerima honor Rp 100 ribu hingga sekarang Rp 500 ribu. Semoga tunjangan ini berkah dan menjadi bermanfaat,” ungkapnya.

Selain memberikan tunjungan, Pemkab Kudus juga memberikan jaminan ketenagakerjaan. Bupati Kudus M Tamzil, berharap, mudah-mudahan tunjangan ini bermanfaat dan menjadikan para guru lebih semangat mengajar.

”Ya, kesejahteraan guru non-PNS terbilang masih kecil nominalnya. Sehingga kami ingin membantu para guru tersebut. Tapi perlu diingat, setelah diberikan tunjangan ini, kualitas mengajar harus lebih baik,” pesannya.

Pihaknya juga telah menetapkan sembilan program unggulan sebagai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kudus tahun 2018-2023. Di dalamnya termasuk pemberian tunjangan ini. ”Ini sebagai wujud perhatian kami (pemerintah Tamzil-Hartopo, Red) kepada guru non-PNS,” katanya.

Penerima tunjangan ini, di antaranya dari Forum Peduli Pendidikan Madrasah Swasta (FPPMS) sebanyak 2.237 guru, Forum Komunikasi Wisaya Bakti (FKWB) sebanyak 3.391 guru, Taman Pendidikan Alquran (TPQ) ada 3.047 guru, Madrasah Diniyah (Madin) sebanyak 2.148 guru, dan Diakonia sebanyak 62 orang.

Sementara guru non-PNS di lingkungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus yang menerima tunjangan, meliputi guru PAUD sebanyak 1.690 orang, SD negeri/swasta sebanyak 1.302 orang, SMP negeri/swasta sebanyak 353 orang, dan madrasah negeri sebanyak 46 orang.

Kemudian, guru RA sebanyak 431 orang, MI sebanyak 761 orang, Mts sebanyak 655 orang, MA sebanyak 358 orang, dan pondok dengan wajar pendidikan dasar (Dikdas) sebanyak 32 orang.

Selain itu, Asisten II Kabupaten Kudus Ali Rifai, mengatakan, guru non-PNS yang sudah terdaftar kesepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan baru 250 orang.

”Itu pilihan bagi guru non-PNS. Kalau yang ingin ter-cover jaminan ketenagakerjaan ya silakan mendaftar. Di dalamnya ada jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Per bulan iuran yang harus dibayarkan cukup Rp 6.000,” terangnya.

Dia menambahkan, guru non-PNS yang sudah masuk daftar penerima tunjangan dana hibah Rp 1 juta, tapi sudah diterima CPNS, maka di bulan berikutnya tidak menerima lagi. ”Nantinya digantikan guru yang baru,” imbuhnya.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia