Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Alhamdulillah.... Bocah Penjual Gandos Akhirnya Bisa Sekolah Lagi

Jamin Pendidikan hingga Tingkat SMA

10 Januari 2019, 06: 10: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KUNJUNGI BOCAH PENJUAL GANDOS: Dinsos P3AP2KB, Disdikpora, DKK, Dinsos Prov/Panti Pendowo Kudus, Dinas Kominfo, Camat Jati, Kades Pasuruhan Lor, PKH, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) saat berkunjung ke rumah Slamet Daryanto, bocah putus se

KUNJUNGI BOCAH PENJUAL GANDOS: Dinsos P3AP2KB, Disdikpora, DKK, Dinsos Prov/Panti Pendowo Kudus, Dinas Kominfo, Camat Jati, Kades Pasuruhan Lor, PKH, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) saat berkunjung ke rumah Slamet Daryanto, bocah putus se (DINSOSP3AP2KB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JATI –Slamet Daryanto,15, bocah penjual gandos kini bisa bernafas lega. Sebab saat ini dia bisa bersekolah lagi. Pemerintah Kabupaten menjamin biaya pendidikan hingga jenjang SMA.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Joko Susilo membenarkan penjaminan ini. Tindakan yang dilakukan Disdikpora ini sebagai wujud respon cepat terhadap permasalahan pendidikan di  Kudus.

”Tadi pagi kami telah mendatangi rumah kontrakan Daryanto di RT 1 RW 4 Desa Pasuruan Lor, Jati dan melihat kondisi sebenarnya,” katanya.

Dari hasil pertemuan pagi itu, lanjutnya, bocah yang kini berjualan kue gandos mendapatkan jaminan pendidikan dari Pemkab Kudus. Biaya sekolah Daryanto dijamin gratis oleh pemerintah daerah hingga ke jenjang SMA/SMK.

”Kami dari pemerintah siap memfasilitasi Daryanto. Karena dia ingin kembali sekolah, maka kami akan fasilitasi. Kami juga akan pantau terus,” ungkapnya.

Mulai hari ini Slamet Daryanto diminta sudah harus sekolah di dua sekolah yang direkomendasikan. Dua sekolah itu yakni SMP 2 Jati  dan SMP NU Al Ma'ruf. Agar bisa bebas biaya, Disdikpora telah mengusulkan kartu indonesia pintar (KIP).

Sementara itu Kepala Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AP2KB) Ludful Hakim mengatakan, pihaknya juga ikut memfasilitasi keluarga yang tinggal di kontrakan.

”Kami sudah berkunjung ke sana bersama dengan Disdikpora, DKK, Dinsos Prov/Panti Pendowo Kudus, Dinas Kominfo, Camat Jati Kades Pasuruhan Lor, Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK),” katanya.

Dia melanjutkan, dalam upaya memfasilitasi keluarga tidak mampu itu, ibu dan neneknya langsung didaftarkan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan daerah (PBI JKD) oleh Dinas Kesehatan.

”Dari kami, juga mengusulkan keluarga tersebut masuk dalam basis data terpadu, program keluarga harapan, dan bantuan pangan non tunai (BPNT). Kami juga minta camat dan kades untuk terus memonitornya,” tandasnya. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia