Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Jadi ”Perawat” saat SMA

09 Januari 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Heni Puspitasari

Heni Puspitasari (DOK PRIBADI)

Share this      

PEREMPUAN bernama lengkap Heni Puspitasari ini, mengaku sejak kecil punya kegemaran merawat orang. Ia mengungkapkan, sejak duduk di bangku SMA ia sering diajak saudaranya dinas di RS Mardi Rahayu.

Kebiasaan itu dijalaninya ketika libur sekolah. Ia menghabiskan waktu liburnya untuk melayani pasien. ”Pada waktu itu, saya membantu tante untuk mengganti infus pasien,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran Kudus, 17 Juni 1986 ini, mengatakan, berangkat dari kebiasaan tersebut, ia kemudian memutuskan untuk kuliah di jurusan kebidanan. Dia menempuh pendidikan diploma 3 di Akademi Kebidanan (Akbid) Abdi Husada Semarang. Lalu, diploma 4 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Karya Husada Semarang.

Profesi yang ia jalani sekarang adalah menjadi bidan desa di Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus. Dinasnya di Puskesmas Wergu Wetan, Kota, Kudus. Heni memaparkan, keinginannya memilih menjadi bidan, karena hatinya tergerak ingin menolong masyarakat yang membutuhkan.

Selain mengabdikan diri kepada masyarakat, ia juga membantu ibunya berjualan ketan susu. Heni yang kesehariannya bertemu dengan banyak orang, memanfatakan potensi itu dengan menawarkan ketan susu buatan ibunya.

            Sebelumnya ia mengaku, peminat ketan susu buatan ibunya sedikit sepi. Setelah ia membantu menjual, peminatnya menunjukkan grafik peningkatan. ”Harapan saya, bisa berbakti mengabdi melayani masyarakat. Tak ketinggalan juga berbakti kepada orang tua,” imbuhnya.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia