Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Modal Oplosan, Tiga Tersangka Ini Tega Cabuli Gadis di Bawah Umur

08 Januari 2019, 21: 31: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

GELAR PERKARA: Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman bersama jajarannya memberikan keterangan terkait kasus pencabulan yang terjadi di Mayong dan Bangsri di Mapolres Jepara kemarin.

GELAR PERKARA: Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman bersama jajarannya memberikan keterangan terkait kasus pencabulan yang terjadi di Mayong dan Bangsri di Mapolres Jepara kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Dalam waktu tiga bulan terkahir, sejak November 2018 hingga bulan ini, terdapat dua laporan kasus pencabulan yang masuk ke Polres Jepara. Dua kasus tersebut, melibatkan tiga tersangka. Dua tersangka terlibat dalam kasus pencabulan di Mayong dan satu tersangka pencabulan di Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri.

Kedua kasus tersebut, bermodus bujukan dan rayuan tersangka kepada korban. Salah satunya dengan cara korban dicekoki miras oplosan.

Dua tersangka pada kasus pencabulan di Mayong adalah LS, 23, dan MAN, 15. Keduanya  warga Desa Datar, Mayong. Menurut pengakuan tersangka, persetubuhan layaknya suami istri dilakukan terhadap BN, 16. Kali pertama tindakan pencabulan itu, dilakukan oleh LS di rumahnya RT 3/RW 4, Desa Datar, Mayong, pada 30 November 2018 lalu.

Awalnya LS dimintai tolong oleh BN untuk mengantar pulang. Keduanya baru kenal dan kali pertama jalan. Kemudian, dengan bujukan LS, BN diajak ke rumah pelaku. Lalu ditawari minum-minuman keras jenis oplosan. Setelah BN menenggak oplosan, diajak ke kamar. ”Dia mau saya ajak setelah minum oplosan,” ujar LS di Mapolres Jepara kemarin.

Usai kejadian tersebut, teman LS, MAN, 15, diajak berkenalan dengan BN. Tindakan pencabulan juga dilakukan MAN kepada BN.

Sementara itu, kasus pencabulan di Desa Jerukwangi, Bangsri, menjerat NAY, 26, sebagai tersangka. Dia mencabuli MT, 16, di rumah tersangka RT 1/RW 9, Desa Jerukwangi, Bangsri, pada 23 Juni 2018 lalu. NAY dan MT sudah menjalin hubungan percintaan setahun lamanya. ”Awalnya saya rayu untuk bersetubuh,” ujar Yulianto.

Setelah masuk perangkap tersangka, kejadian persetubuhan dilakukan berulang kali. Sampai sekitar lebih dari 20 kali. Dimulai dari kejadian kali pertama pada 23 Juni 2018 lalu.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman didampingi Kasat Reskrim AKP Mukti Wibowo, mengungkapkan, para pelaku ditahan di Mapolres Jepara untuk penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatan pencabulan itu, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak.

”Pelaku diancam dengan pidana hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” tandasnya. 

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia