Sabtu, 19 Jan 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Diamankan Satpol PP, Pengemis Ini Kantongi Uang Rp 1 Juta Semalam

08 Januari 2019, 13: 50: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

TERPERGOK: Pengemis dan pengamen yang diamankan Satpol PP dibawa ke kantor untuk mendapatkan pembinaan.

TERPERGOK: Pengemis dan pengamen yang diamankan Satpol PP dibawa ke kantor untuk mendapatkan pembinaan. (SATPOL PP FOR RADAR KUDUS)

PATI – Enam pengamen dan satu orang pengemis diamankan Satpol PP dalam razia ketertiban pada di Alun-alun Simpanglima Pati Minggu (5/1). Dari razia tersebut petugas mendapati hasil mengemis senilai Rp 1 juta lebih dalam bentuk uang receh.

Sedangkan, dari enam pengamen ditemukan uang sekitar ratusan ribu. Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Hadi Santoso melalui Sekretaris Imam Rifai mengungkapkan, keberadaan pengamen maupun pengemis sudah menjadi incaran pihaknya.

”Kemarin malam kami giatkan razia. Kami dapat pengemis dan pengamen. Penghasilannya sangat mengagetkan. Membikin kami geleng-geleng kepala. Kami temukan uang sekitar Rp 1 juta lebih. Katanya itu sehari semalam. Sedangkan para pengamen itu sudah mengantongi uang sekitar Rp 200 ribu,” papar Imam Rifai kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lebih lanjut, Imam Rifai mengindikasikan, pengemis di sekitar kota ada semacam bosnya. ”Polanya seperti ada manajemennya. Kami baru menduga itu,” imbuhnya.

Imam Rifai mengaku untuk menghilangkan pengemis dan pengamen tersebut dinilai sangat sulit. ”Sudah mendarah daging. Mental pengemisnya ini sulit dihilangkan. Apalagi pendapatannya yang lumayan itu. Mereka sudah nyaman dengan pekerjaan mengemis itu,” kata Imam Rifai.

Untuk itu, lanjut Imam Rifai, ke depan pihaknya akan mengincar para pemberi pengamen dan juga pengemis. Sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 7 tahun 2018 tentang Ketertiban Umum. Dalam pasal 23, setiap pemberi bisa dikenakan denda administrasi sebesar Rp 1 juta. ”Kami akan mengedukasi masyarakat supaya tidak memberi sedikitpun kepada pengemis maupun pengamen-pengamen itu. Selama ini pengamen dan pengemis tumbuh subur juga berkat masyarakat yang masih bersedia memberi,” jelasnya.

Sementara itu, Imam Rifai mengaku, hingga saat ini pihaknya masih sebatas memberikan pembinaan. Karena harus menunggu petunjuk teknis perda ketertiban umum tersebut melalui terbitnya peraturan bupati.

Seperti diketahui sejak lama keberadaan pengemis maupun pengamen di Alun-alun Pati terbilang sangat meresahkan. Mereka berkeliling dari setiap lapak ke lapak menyapa warga yang sedang menikmati makanan. Sambil memasang muka melas. Hal itu seperti yang diungkapkan Fatimatuzzahra.

”Bagi kami kehadiran mereka memang cukup meresahkan. Apalagi yang pengamen. Dandanannya yang semacam preman kadang membuat kami takut jika tak memberi. Bahkan saya pernah sekali duduk dan makan malam di Alun-alun uang sekitar Rp 10 ribu dalam pecahan limaratusan bisa habis untuk memberi pengamen dan pengemis itu,” kata perempuan yang tinggal di Gabus ini.

(ks/zen/aua/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia