Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Keroyok Purnawirawan Polisi, Tiga Pria asal Karanganyar Ini Masuk Bui

07 Januari 2019, 22: 07: 39 WIB | editor : Ali Mustofa

NEKAT: Tiga pelaku pemukulan terhadap purnawirawan polisi ditunjukkan saat gelar perkara di Mapolres Kudus kemarin.

NEKAT: Tiga pelaku pemukulan terhadap purnawirawan polisi ditunjukkan saat gelar perkara di Mapolres Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Tiga pria asal Karanganyar, Demak, kini terpaksa menginap di hotel prodeo. Pria tersebut, masing-masing bernama Mohammad Kurdi alias Meler, 33; Soko Budi Utomo alias Blutut, 38; dan Suroso alias Woso, 38. Mereka ditangkap usai melakukan pengeroyokan terhadap salah satu purnawirawan polisi yang bernama Sunoko.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi pada Sabtu (29/12) lalu sekitar pukul 23.00 itu. Awalnya korban sedang duduk di depan rumahnya yang berada di RT 3/RW 3, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Tiba-tiba Darsono, 44, salah satu warga Karanganyar, Demak, berlari dari arah Dukuh Tanggulangin, Jati Wetan, Kudus, dan masuk ke rumah korban.

”Setelah ditanya, ternyata ia hendak bersembunyi karena sedang dikejar para pelaku (tiga orang asal Karanganyar, Demak, Red),” katanya saat konferensi pers di Mapolres Kudus kemarin.

Dikatakan, saat para pelaku sampai di rumah korban, Sunoko sempat berusaha meredam agar tidak melakukan pengeroyokan kepada Darsono. Namun, pelaku tidak terima dan langsung memukulinya secara membabi buta.

Setelah dipukuli di rumah, korban berlari ke bawah proyek bangunan jalan yang belum jadi untuk berlindung. Tapi, para pelaku masih mengejar dan memukuli dengan balok kayu sepanjang 70 cm. ”Potongan kayu itu di dapat di sekitar lokasi proyek,” imbuh AKP Rismanto.

Merasa terancam, korban kemudian berlari menuju pos satpam PT Pura Barutama untuk meminta perlindungan. Setelah diredam oleh satpam, ketiga pelaku baru berhenti melakukan aksinya dan pergi meninggalkan lokasi.

Dia menambahkan, luka yang dialami korban cukup parah. Ia mengalami bengkak di kepala, memar di punggung, serta robek pada kepala sepanjang 4 cm. Saat berobat di Rumah Sakit Mardirahayu ia mendapatkan enam dijahitan.

”Atas perbuatannya ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman tujuh tahun pidana,” tandasnya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia