Minggu, 17 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Purwadi Susanto, Gitaris Band Power Metal

Belajar di Siskamling, Tetap Belajar walaupun Dicueki

03 Januari 2019, 22: 22: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

Purwadi Susanto

Purwadi Susanto (DOK PRIBADI)

Share this      

Purwadji Susanto gitaris band legendaris Power Metal. Iya mengawali karir bermusiknya dari nol. Setelah pindah ke Pati ia melihat banyak musisi yang memiliki potensi.

Vachri Rinaldy Lutfipambudi, Pati

SIKAP ramah dan hangat kesan pertama ketika berjumpa dengan musisi kelahiran Surabaya, 16 Oktober 1968. Ia menyambut hangat kedatangan wartawan Jawa Pos Radar Kudus di kediamannya Winong Pati. Tak lupa suguhan kopi hangat menambah keakraban sore itu. Dia tak lain gitaris dari band legendaris Power Metal.

”Saya kan anak pertama dari dua bersaudara. Kebetulan adik saya waktu itu masih kecil. Belum bisa bilang R. Seharusnya manggilnya mas Pur malah jadi mas Pung. Semenjak itu keterusan jadi Ipunk,” jelas Purwadji Susanto yang akrab dipanggil Ipunk.

Meskipun sekarang berprofesi sebagai gitaris, ternyata pada awalnya ia tidak terlalu suka dengan musik. Ia malah lebih suka bidang elektronik.

”Saya awalnya tidak suka musik. Ketika SMP dikasih teman saya. Sebuah kaset band beraliran rock namanya Scorpion. Setelah itu saya merasa musik rock itu ada gregetnya. Kemudian saya terjemahkan lirik-lirik itu. Ternyata memiliki makna yang dalam,” katanya.

Setelah lulus SMP ia dibelikan sebuah gitar akustik oleh ayahnya. Saat itu ia mencoba memainkan tetapi selalu gagal. Sampai pada akhirnya ayahnya meninggal dunia. Karena merasa gitar tersebut merupakan kenangan dari sang ayah, ia pun memutuskan untuk belajar gitar.

”Waktu itu di kampung ada giliran jaga ronda malam. Di pos ronda ada orang main gitar. Setiap saya ingin belajar, orang itu selalu membalikkan badan. Meminta agar saya belajar sendiri. Karena tidak boleh, saya pun curi-curi pandang jika dia sedang main. Kemudian saya coba di rumah. Sampai pada akhirnya saya sudah mentok tidak bisa curi ilmu lagi. Selanjutnya saya belajar lewat buku,” jelasnya.

Usahanya dalam belajar alat musik berdawai itu membuahkan hasil. Ia berhasil menunjukkan bakatnya di depan umum ketika mengikuti pentas seni di sekolah SMA-nya. Pentas itu merupakan panggung pertamanya. Selanjutnya kegiatan mengisi panggung-panggung festival mewarnai perjalanan karirnya.

Pada 1987, ia bersama rekan-rekannya merintis Power Metal. Karena kegigihan dan semangat. Mereka berhasil meraih juara I festival band remaja se-Jawa Timur. Satu tahun berselang, pada 1988 mereka kembali mampu merebut juara I festival band se Jawa-Bali.

Seakan-akan masih berambisi untuk berprestasi. Pada 1989 mereka mengikuti festival rockse Indonesia dan berhasil menyabet juara I. Setelah itu Power Metal mendapatkan kontrak Tour Album.”Di situ awal karir Power Metal,” ujar Ipunk sembari mengenang perjuangannya.

Hingga sekarang Power Metal diminati dari generasi ke generasi. Mereka menjadi influence bagi para musisi generasi muda. Perjuangan Ipunk dan kawan-kawannya berbuah manis. Menjadi musisi yang dikenal banyak orang membuat kesibukannya bertambah. Ia sering menghadiri berbagai event.

Pada suatu hari ia dipertemukan dengan seorang musisi perempuan asal Pati. Perempuan tersebut seakan-akan mampu membuat Ipunk tertarik untuk mencari tau siapa sebenarnya dia. Bak seorang detektif yang sedang melakukan investigasi, ia mengulik profil perempuan tersebut melalui sosial media.

”Ya, saya coba cari tau siapa dia. Saya lihat permainan gitarnya, komunikasinya, attitude berbicaranya, serta bermusiknya. Lalu saya samperin ke Kudus waktu itu,”jelasnya.

Perempuan itu adalah Mina Amalia. Hubungan mereka semakin dekat ketika ia diundang sebagai bintang tamu pada event Pati Guitar Competition. Selanjutnya Ipunk dan Mina Amalia pun melangsungkan pernikahan. Saat ini ia bersama istri tinggal di Pati.

”Saya melihat di Pati banyak musisi-musisi yang memiliki potensi. Potensi tersebut akan lebih berkembang jika semua pihak bersinergi,” tukasnya. (vah)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia