Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Cuaca Buruk, Operasional PLTU Tanjung Jati Tak Terganggu

27 Desember 2018, 22: 13: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

EKSTREM: Cuaca ekstrem mulai melanda sebagain wilayah Jepara. Salah satunya muncul awan hitam berbentuk ombak di tas area PLTU TJB dan sekitarnya pada Selasa (25/12) sore.

EKSTREM: Cuaca ekstrem mulai melanda sebagain wilayah Jepara. Salah satunya muncul awan hitam berbentuk ombak di tas area PLTU TJB dan sekitarnya pada Selasa (25/12) sore. (WARNO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KEMBANG – Cuaca buruk melanda sebagain besar wilayah Jepara sejak sepekan terakhir. Termasuk di area Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tanjung Jati B. Seperti yang terpantau pada Selasa (25/12) sore, awan hitam menyerupai ombak berada di atas area pembangkitan. Namun hingga kemarin dengan adanya cuaca ekstrem tersebut operasional produksi di PLTU berjalan normal.

Safety and Health Environment Superintendent PT Apol untuk Operational Jetty Unit 12 PLTU TJB Maulida menjelaskan awan hitam pekat muncul sekitar pukul 17.30 kemarin. Oleh security setempat melakukan pengecekan ke beberapa area. Salah satunya Warno yang melihat kondisi update aktual pada weather jetty.

Sebelum muncul awan hitam berbentuk ombak, kondisi kecepatan angin belum mencapai 20 Knot. Ombak masih dibawah dua  meter. Awan kemudian semakin meluas dan menghitam. Situasi tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam. Setelah mulai turun hujan, awan yang tadinya hitam mulai memudar.

(WARNO FOR RADAR KUDUS)

“Kondisi tersebut baru pertama kali terjadi di musim penghujan tahun ini. Biasanya menjadi pertanda musim baratan. Dari pantauan kami mulai ekstrem pada 30 Desember. Itu menurut Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika kemarin pagi,” paparnya.

Setelah melakukan pengecekan pada weather jetty dipastikan cuaca masih aman. Sehingga operasional PLTU tidak terganggu.

Sementara itu, Humas PLTU TJB M. Grahita membenarkan adanya cuaca ekstrem yang terjadi di area pembangkit. Namun tidak sampai memengaruhi kondisi salah satu objek vital nasional ini. “Tidak ada masalah. Fenomena itu sebagai tanda musim baratan saja. Masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.

Informasi dari BMKG kecepatan angin di perairan laut Jawa (utara Jepara) antara 4-15 knot. Tinggi gelombang 0,2 sampai 1,25 meter. Belum ada larangan melaut bagi nelayan dari syahbandar. Sebagaimana ketika musim baratan. Ketinggian ombak capai 3-5 meter. 

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia